22 Rabiul-Awal 1443  |  Kamis 28 Oktober 2021

basmalah.png

MUI Dukung Polisi Usut NII di Garut: Tujuan Mereka Buat Kekacauan!

MUI Dukung Polisi Usut NII di Garut: Tujuan Mereka Buat Kekacauan!

Fiqhislam.com - Kepolisian tengah mengusut kabar puluhan warga Garut, Jawa Barat, dibaiat paham Negara Islam Indonesia (NII). Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendukung polisi mengusut kabar yang membuat geger itu.

Ketua Bidang Pengkajian dan Penelitian MUI, Prof Utang Ranuwijaya, mengatakan bahwa MUI Garut juga tengah mendalami informasi pembaiatan NII tersebut. Menurutnya, pengalaman dari kasus-kasus NII terdahulu bahwa paham ini mendoktrin calon pengikutnya untuk menilai pemerintah Indonesia adalah pemerintah thogut.

"Kasus ini timbul tenggelam dan bermetamorphosa ke dalam bentuk-bentuk yang berbeda-beda," kata Prof Utang kepada wartawan, Jumat (8/10/2021).

Dia pun membeberkan kasus-kasus penyebaran aliran sesat yang pernah terjadi di Tanah Air seperti aliran Al-Qiyadah Al-Islamiyah pimpinan Ahmad Mushadiq, aliran Millah Abraham, aliran Al-Haqq, dan Gafatar. Menurutnya, aliran-aliran sesat ini merupakan bagian dari kasus-kasus yang lahir dari NII yang disebut NII KW-9.

"Maka apapun bentuknya dan dimana pun berdirinya, jika mereka mengaku menganut NII seperti ini bisa diduga pahamnya tidak jauh berbeda dengan paham yang terdahulu, yang tujuannya untuk membuat keresahan, kekacauan dalam beragama, dan mengganggu stabilitas sosial dan nasional," ucapnya.

Baiat NII Diduga di Garut: Awal Mula Pengakuan Seorang Anak

Lurah Sukamenteri Suherman mengatakan informasi tentang puluhan warga dibaiat masuk NII ini terungkap setelah ditemukan pengakuan salah seorang anak kepada orang tuanya.

Anak tersebut diketahui masih remaja dan berjenis kelamin laki-laki. Ia mengaku telah dibaiat dan disyahadatkan kembali oleh seseorang. Setelah mendapatkan informasi tersebut, Suherman langsung melakukan pendataan. Hasilnya, diketahui ada 59 orang yang mengaku dibaiat masuk NII.

"Ada 59 kalau didata. Ada orang tua, ada anak-anak," kata Suherman.

Kemudian, Suherman langsung menemui keluarga dan anak yang diduga dibaiat untuk bertemu dan menyelesaikan kasus tersebut dengan dibantu pihak terkait.

"Hasil dari tabayun, ada islah alhamdulillah yang bersangkutan menandatangani perjanjian dan akan kembali pada orang tua dan ajaran yang sesuai," ujar Suherman.

Baiat NII Diduga di Garut, Densus 88 Ikut Menyelidiki

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri juga ikut menyelidiki kasus dugaan pembaiatan oleh NII.

"Iya (dilakukan penyelidikan), tentu saja. Kami sedang mengumpulkan informasi yang lengkap tentang hal ini," ujar Kabag Banops Densus 88 Kombes Aswin Siregar saat dihubungi, Kamis (7/10).

Aswin mengatakan Densus telah melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan pencegahan. Menurutnya, mereka tidak mau hal-hal yang tidak diinginkan terjadi kepada puluhan warga Garut yang dibaiat NII ini.

"Iya, tim Densus 88 sudah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan," katanya. [yy/news.detik]