10 Safar 1443  |  Sabtu 18 September 2021

basmalah.png

Buya Yahya: Kesurupan Itu Kemasukan Setan Bukan Roh Orang Meninggal

Buya Yahya: Kesurupan Itu Kemasukan Setan Bukan Roh Orang Meninggal

Fiqhislam.com - Video ceramah Buya Yahya tentang tempat roh orang yang meninggal pergi ke mana menarik perhatian netizen di media sosial.

Ceramah Buya Yahya ini dibagikan dalam akun channel YouTubenya Al-Bahjah TV dengan judul Tempat Roh Orang yang meninggal - Buya Yahya Menjawab, Selasa (15/12/20).

Dalam video tersebut Buya Yahya mendapatkan pertanyaan seseorang, "Buya orang yang meninggal dunia itu, rohnya ke mana? Ada tetangga kesurupan, katanya kemasukan roh orang yang meninggal, apakah betul?" tanya seorang pria.

Buya Yahya kemudian menjawab bahwa orang yang meninggal akan pindah alam. Seperti kita sebelum lahir ke bumi, kita di alam kandungan, kemudian berada di dunia ini.

Setelah itu kita masuk ke alam barzah. Alam barzah itu alam. Anda baru tahu alam barzah itu setelah masuk ke sana.

Sementara kubur itu tempat menyimpan jasad kita. Alam kubur itu bukan di situ. Alam kubur seperti alam akhirat. Alam barzah itu jembatan, alam penantian menuju alam akhirat nanti ketika kita akan dibangkitkan di padang mahsyar.

Nah, roh seorang yang meninggal dunia itu punya urusan. Kalau orang baik, maka akan mendapatkan kenikmatan di alam barzah. Kalau orang jelek, maka ia akan mendapatkan siksa.

"Jadi gak ada istilahnya gentayangan atau jalan-jalan. Enak bangat dia, dia punya dosa jalan-jalan ke mal lagi. gak ada itu. apalagi masuk ke orang lain, tidak ada itu," jawab Buya Yahya.

Meski begitu, Buya Yahya menjelaskan kesurupan itu adanya penjelmaan setan atau jin-jin untuk menjerumuskan hamba-hamba Allah. Sebab jin dan setan itu akan mengikuti jalan pikirannya manusia.

"Maka kalau ada orang kesurupan, bukan kemasukan roh orang yang meninggal. itu jin dan setan yang menjelma menuyuarakan itu. Anda jangan punya keyakinan roh itu jalan-jalan. Itu cerita di sinetron" tegas Buya Yahya yang videonya ini sudah ditonton lebih dari 30 ribu kali. [yy/vivaNews]