19 Safar 1443  |  Senin 27 September 2021

basmalah.png

Muhammadiyah Harap AS Punya Pandangan Baru terhadap Umat Islam

Muhammadiyah Harap AS Punya Pandangan Baru terhadap Umat Islam

Fiqhislam.com - Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir berpesan kepada Amerika Serikat (AS) agar memiliki pandangan baru yang lebih ramah dan bersahabat terhadap umat dan dunia Islam. Ia berharap hubungan AS dengan Muhammadiyah dapat menjadi bagian dari representasi Islam Indonesia yang modern dan moderat.

"Kami berharap juga di tingkat global, Amerika memelopori pandangan positif terhadap kaum muslimin dan dunia Islam, bahwa Islam bukanlah ancaman terhadap siapa pun tapi menjadi mitra untuk menegakkan perdamaian dan nilai-nilai demokrasi, Hak Asasi Manusia, toleransi dan perdamaian dunia," kata Haedar saat menerima kunjungan Duta Besar AS untuk Indonesia, Sung Y Kim di Pusat Dakwah Muhammadiyah, Rabu (03/08/2021).

Haedar juga berharap AS memiliki kebijakan multilateral yang menjadikan Indonesia, ASEAN, dan Asia sebagai bagian penting dari masa depan perkembangan dan kemajuan dunia.
"Di mana Amerika kami harapkan lebih proaktif dalam multikulturalisme, menjunjung tinggi demokrasi, hak asasi manusia, toleransi dan perdamaian tanpa satu negara merasa terancam oleh negara lain," katanya demikian dikutip pada laman resmi Muhammadiyah, Kamis (05/08/2021).

Menurut Dubes AS Sung Y Kim, kunjungan tersebut guna menjalin silaturahmi dan melanjutkan kembali berbagai kerja sama yang telah lama ada.

"Secara pribadi, saya sangat menghormati Muhammadiyah atas semua yang telah dilakukan oleh Muhammadiyah kepada Indonesia dan lebih luas lagi kepada negara-negara lainnya. Kami Kedutaan Besar AS sudah memiliki beberapa kerja sama dan merasa terhormat untuk bisa melanjutkan kerja sama itu kembali," kata Sung Y Kim.

Haedar Nashir menyambut baik kunjungan Dubes AS yang diyakini sebagai pengikat dari hubungan yang baik antara Muhammadiyah dengan pemerintah AS dan juga dengan bangsa Indonesia.

"Semoga kunjungan ini dapat mempererat kesamaan kita dan juga sekaligus mempererat hubungan kita sekaligus membangun perdamain dunia dan hubungan antar bangsa yang semakin baik untuk kepentingan kemanusiaan universal," kata Haedar. [yy/sindonews]