9 Safar 1443  |  Jumat 17 September 2021

basmalah.png

Mengaku Nabi ke 28, Pimpinan Pusdiklat Dai Ditangkap Polisi

Mengaku Nabi ke 28, Pimpinan Pusdiklat Dai Ditangkap Polisi

Fiqhislam.com - Aparat keamanan mengamankan pimpinan Pusdiklat Dai yang berlokasi Kelurahan Cijawura, Kecamatan Buahbatu Bandung yang mengaku sebagai Nabi ke-28.

Akibat peristiwa tersebut, sejumlah warga menyerbu lokasi tersebut pada Rabu, 23 Juni 2021. Atas peristiwa tersebut, pihak Kemenag Bandung bersama aparat, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan tokoh masyarakat sudah mengambil langkah antisipasi adanya konflik dari peristiwa tersebut.

"Untuk menghindari terjadinya konflik, 8 Pengurus Yayasan telah diamankan pihak berwenang. KUA Kementerian Agama, bersama pihak kecamatan dan Polsek setempat juga telah melakukan mediasi antara warga dan jamaah yayasan untuk mengambil langkah terbaik bagi penyelesaian masalah ini. Masyarakat diharap tenang dan menyerahkan masalahnya kepada aparat dan pihak yang berwenang," kata Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi, dalam laman website resmi Kemeneg, Minggu (27/6/2021).

Zainut menambahkan, sejumlah pihak juga akan melakukan melakukan pembinaan terhadap jamaah yang menjadi murid dari pimpinan Pusdiklat Dai yang berada di Bandung tersebut. "Sementara pengurus yayasan diperiksa aparat, Kemenag, MUI, dan tokoh masyarakat akan memberikan pembinaan kepada jemaah yayasan tersebut. Warga diharapkan tidak melakukan hal-hal yang bersifat main hakim sendiri," sambungnya.

Wamenag mengaku prihatin dengan munculnya pemahaman yang menyimpang dari pokok ajaran Islam, salah satunya terkait konsep kenabian. Islam meyakini Muhammad Saw adalah penutup para nabi dan rasul. Zainut mengajak umat belajar agama dari para tokoh, guru, ustaz, ulama yang tepat. Sehingga, mereka bisa mendapatkan pemahaman ajaran Islam yang benar, sesuai Alquran dan Sunah Rasulullah.

"Penyuluh agama KUA kecamatan setempat sudah kami minta melakukan mitigasi dan berkoordinasi dengan MUI dan tokoh agama untuk bersama-sama melakukan pembinaan kepada eks jamaah yayasan tersebut agar mereka memperoleh pencerahan dan terhindar dari penyimpangan ajaran Islam," jelasnya.

Dia meminta agar masyarakat lebih selektif mencari seorang guru yang akan mengajari agama dengan menelusuri terlebih dahulu asal keilmuan yang dimiliki. "Mari pelajari Islam secara baik dan benar, dari para guru, ustaz, kyai, ajeuangan, ulama yang memiliki sanad keilmuan jelas, tersambung hingga Rasulullah Saw," tandasnya. [yy/sindonews]