fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


5 Ramadhan 1442  |  Sabtu 17 April 2021

Ucapkan Syahadat, Kelompok 'Hakekok' Janji Tinggalkan Ajaran Menyimpang

Ucapkan Syahadat, Kelompok 'Hakekok' Janji Tinggalkan Ajaran Menyimpang

Fiqhislam.com - Kelompok 'Hakekok Balakasuta' pimpinan Aryani atau Arya (52) akhirnya bisa kembali ke kampung halamannya di Karang Bolong, Pandeglang, Banten, Kamis (25/3/2021). Sebelum dikembalikan, mereka membacakan ikrar taubat nasuha sebagai tanda mau meninggalkan ajaran yang telah ditetapkan menyimpang tersebut.

"Dengan ini kami menyatakan bahwa ajaran 'Balakasuta' yang selama ini kami lakukan adalah menyimpang ataupun sesat tidak sesuai ajaran agama Islam. Kami bersedia meninggalkan ajaran aliran tersebut dan berjanji tidak ada menyebarkan ke orang lain," demikian penggalan pernyataan yang dibacakan 16 orang kelompok 'Hakekok' di kantor Kecamatan Cigeulis, Pandeglang.

Sesudah membacakan ikrar, Arya dan kelompoknya juga ikut dibimbing membacakan kembali dua kalimat syahadat. Pembacaan dua kalimat sakral dalam agama Islam ini dipandu langsung oleh seorang pemuka agama asal Kecamatan Cigeulis, Pandeglang, Banten.

Kapolres Pandeglang AKBP Hamam Wahyudi saat mendampingi penyerahan kelompok 'Hakekok' memastikan agar masyarakat tidak perlu khawatir kembali dengan rombongan Arya cs ketika kembali ke lingkungan asalnya. Sebab, ia memastikan mereka sudah bertaubat dan mau kembali ke jalan yang benar.

"Pak Arya dan pengikutnya sudah menyatakan bertaubat. Setelah melakukan pertaubatan ini mudah-mudahan Pak Arya dan kelompoknya bisa kembali ke jalan yang benar dan bisa diterima lagi di lingkungan masyarakat," katanya.

Hamam juga menjamin keselamatan bagi kelompok Arya cs. Saat kembali ke kampung halaman, ia berharap masyarakat setempat mau menerima kembali kelompok ini dan turut memantau mereka supaya benar-benar terlepas dari pemahaman aliran menyimpang.

"Saya menjamin keselamatan warga saya terutama Pak Arya dan kelompoknya yang sudah benar-benar mau bertobat. Saya berpesan kepada semua, jika memang masih ada kegiatan menyimpang seperti ini, segera laporkan supaya bisa kami lakukan bina ke jalan yang benar," pungkasnya. [yy/news.detik]