fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


30 Sya'ban 1442  |  Senin 12 April 2021

Menag: 3 Potensi Pondok Pesantren Memandirikan Ekonomi Umat

Menag: 3 Potensi Pondok Pesantren Memandirikan Ekonomi Umat

Fiqhislam.com - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas berbicara terkait peran pondok pesantren dalam memandirikan perekonomian umat. Gus Yaqut sapaan akrabnya mengatakan pondok pesantren memiliki peran yang besar akan hal itu karena jumlah santri yang terhitung besar.

"Kalau melihat kondisi seperti ini setidaknya kita semua tahu ada 3 potensi besar yang dimiliki oleh pondok pesantren dalam perannya memandirikan ekonomi umat, pertama potensi santri, tapi potensi santri itu sudah saya sampaikan itu luar biasa sekali, jumlah santri juga besar sekali,kalau kita realisasi untuk modal memandirikan umat itu akan jadi modal yang luar biasa," kata Gus Yaqut dalam acara milad Pesantren Motivasi Indonesia ke-9, Minggu (28/2/2021).

Kemudian, Gus Yaqut juga menjelaskan peran pondok pesantren yang bisa menjadi penghubung dengan masyarakat sekitarnya. Dia menilai pesantren bisa menjadi langkah awal untuk membangun ekonomi umat.

"Kedua potensi masyarakat di sekitar pesantren, beberapa waktu lalu Kiai NH sudah menceritakan kepada saya, bagaimana Pesantren Motivasi Indonesia ini bisa menjadi penghubung antara UMKM pesantren dengan pasar dan konsumen dan ini sangat luar biasa dan saya kira bisa menjadi contoh bagi yang lain," ujarnya.

Lebih lanjut, Gus Yaqut menilai pondok pesantren yang memiliki potensi untuk mengumpulkan zakat dan wakaf. Gus Yaqut mengatakan jika kegiatan pondok pesantren dilakukan secara masif dan optimal, maka ekonomi bangsa menurutnya juga ikut meningkat.

"Kemudian yang ketiga, pesantren ini juga memiliki potensi zakat untuk mengumpulkan zakat dan wakaf umat, dengan potensi yang dimiliki seperti ini lembaga pesantren saya kira bisa dan sangat berpotensi untuk menciptakan kemandirian ekonomi dan membangun kekuatan ekonomi umat. Sekaligus kalau kita bisa lakukan dengan benar dan masif ini bisa membangun kekuatan ekonomi bangsa, bisa potensi ini dioptimalkan maka bekal mewujudkan kemandirian usaha pada waktu tertentu nanti dia akan mampu bukan hanya menyejahterakan pesantrennya tapi juga menyejahterakan masyarakat di sekitarnya," ujarnya. [yy/news.detik]