22 Dzulhijjah 1442  |  Minggu 01 Agustus 2021

basmalah.png

Penuh Kontroversi, Apakah Kasus Aisha Weddings Sudah Direncanakan?

Penuh Kontroversi, Apakah Kasus Aisha Weddings Sudah Direncanakan?

Fiqhislam.com - Jagat dunia maya mendadak ramai setelah sejumlah orang memposting Aisha Weddings yang menawarkan pernikahan siri untuk anak sekaligus menyiapkan poligami.

Banyak warganet yakin bila kasus Aisha Weddings merupakan bom waktu. Pasalnya, telah dipersiapkan sejak September 2020 atau saat pertama kali memposting 31 Agustus 2020.

“Kalau hari ini nanti, besok, dan lusa di timeline rame pembahsan Aisha Weddings terutama terpusat di circle buzzerp, fiks Aisha Weddings ini materi yang emang disiapkan jadi bom waktu sejak September 2020 oleh buzzerp entah faksi yang mana tapi sama brengseknya,” cuit @representatif, Rabu (10/2/2021).

Media sosial dihebohkan WO Aisha Weddings yang mempromosikan kawin siri, menikah di usia muda, dan poligami.

Hal itu terungkap setelah akun Twitter @SwetaKartika mempostingnya pada Selasa (9/2/2021). Dalam cuitannya, dia mengungkapkan adanya mak comblang dalam pernikahan anak.

Ketika MNC Portal Indonesia melakukan penelusuran terhadap Aisha Weddings dipenuhi oleh kejanggalan. Hari ini Kamis (11/2/2021) websitenya mendadak menghilang dari dunia maya. Websitenya tak mencantumkan nomor telepon dan alamat kantor.

Dalam penelusuran dunia maya, dari beberapa promo yang tersebar di sejumlah kota, Aisha Weddings juga menampilkan banner yang cukup nyeleneh selain menawarkan kepada orang tua anak gadis untuk menikahkan anaknya.

Aisha Weddings juga mempromosikan jasa poligami bagi laki-laki. Bahkan istri pertama, kedua, ketiga, hingga keempat mengaku telah disiapkan dalam spanduk yang tersebar di kota-kota seperti Sulawesi dan Lombok.

Di Jakarta, promo Aisha Weddings dilakukan dengan menyelipkan brosur melalui salah satu koran ternama di Jakarta Pusat.

“Oke kejanggalannya, make sense kah suatu WO yang baru aja September dibikin mau narget 3 wilayah sekaligus di tiga kawasan Indonesia yang berbeda? Sebenarnya aku ada banget kecurigaan kenapa kawasan Menteng, Kendari, dan Lombok dipilih, yaitu asosiasi ke Islam radikal,” kata @representatif.

Dalam pembayaran banner, Aisya Weddings membayarnya menggunakan akun bank internet atau paypal. Nama akun paypalnya menggunakan nama-nama ke barat-baratan, salah satunya Jhon Smith.

Saat menelusuri melalui web, anehnya web itu memblokir IP dari ponsel yang ada. Artinya, web Aisha Weddings hanya bisa dilihat sekali.

Beberapa netizen juga mengakui kesulitan mengontak Aisha Weddings. Bahkan, beberapa di antaranya jarang sekali dibalas meski menggunakan direct message di media sosialnya. [yy/sindonews]