fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


30 Sya'ban 1442  |  Senin 12 April 2021

Soal Jilbab di Sekolah, KH Cholil Nafis Sebut Jangan Sedikit-dikit Tuding Intoleran

Soal Jilbab di Sekolah, KH Cholil Nafis Sebut Jangan Sedikit-dikit Tuding Intoleran

Fiqhislam.com - Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis mengkritik Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri yang mengatur tentang penggunaan pakaian seragam dan atribut bagi peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan.

Adapun yang dikritik Cholil Nafis adalah pelarangan sekolah mewajibkan pengunaan jilbab. Menurut dia, tidak lagi mencerminkan pendidikan jika pendidikan tidak boleh melarang dan tak boleh mewajibkan soal pakaian atribut keagamaan.

"Kalau pendidikan tak boleh melarang dan tak boleh mewajibkan soal pakaian atribut keagamaan ini tak lagi mencerminkan pendidikan. Memang usia sekolah itu perlu dipaksa melakukan yang baik dari perintah agama karena untuk pembiasaan pelajar. Jadi SKB 3 Menteri itu ditinjau kembali atau dicabut," kata Cholil melalui akun Twitternya, @cholilnafis, Kamis 4 Februari 2021.

Menurut dia, pendidikan tidak hanya tentang pemahaman tapi juga pembiasaan. "Kalau guru muslimah mewajibkan muridnya yang muslimah berjilbab dalam rangka pendidikan kan bagus," cuit Cholil Nafis.

Cholil setuju jika siswi muslimah dipaksa berjilbab. sedangkan non-muslim kembali kepada ajaran agamanya masing-masing. Dia menjuga menegaskan jangan mudah menyatakan sedikit-sedikit menilai orang intoleran.

Hal itu dicuit Cholil menanggapi tudingan pemilik akun @OmAdityaWisnu yang menudingnya intoleran. "Jadi Bapak mendukung siswi Non-muslim dipaksa diwajibkan pakai jilbab? Jadi bapak intoleran?" cuit @OmAdityaWisnu, 14 Februari 2024.

"Saya setuju siswi muslimah dipaksa berjilbab, soal non muslim kembali pada ajaran agamanya. Alaaahhhh dikit2 intoleran," jawab Cholil. [yy/sindonews]