fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


7 Ramadhan 1442  |  Senin 19 April 2021

Reuni 212 Jadi Sorotan Berbagai Media Asing

Reuni 212 Jadi Sorotan Berbagai Media Asing


Fiqhislam.com - Reuni Akbar 212 tak hanya menjadi pemberitaan media-media dalam negeri. Kegiatan yang berpusat di Monumen Nasional, Jakarta pada Ahad (2/12) juga menjadi sorotan sejumlah media luar negeri.

Bahkan Reuni Akbar 212 menjadi headline dalam sejumlah media luar negeri seperti Anadolu Agency hingga Southeast Asia.

Media Turki, Anadolu Agency memberi judul "Indonesia: Millions gather for anti-government rally" dalam headline portal beritanya. Sedangkan Southeast Asia dalam judul beritanya menyebutkan puluhan ribu umat muslim konservatif berdemonstrasi di Jakarta.

Kehadiran calon Presiden Prabowo Subianto dalam reuni 212 turut menjadi poin utama pemberitaan Southeast Asia.  Sementarta itu, DW menyebut reuni 212 di Jakarta sebagai unjuk kekuataan kelompok Islam Indonesia. Sedangkan AFP News Agency dalam jejaring resmi you tube-nya menuliskan reuni tersebut berlangsung dengan damai.

Straitstimes juga memberitakan Reuni Akbar 212, dengan menuliskan muslim konservatif Indonesia menggelar pertemuan besar di Jakarta.  Straitstimes juga menuliskan tentang kehadiran Prabowo Subianto sebagai seorang nasionalis yang memiliki kedekatan kuat dengan orang-orang Islam yang menjadi pesaing Presiden Joko Widodo dalam Pemilihan Presiden tahun depan.

"Banyak dari mereka berpakaian putih dan membawa bendera Islam, mulai berkumpul di Monumen Nasional Jakarta dari sekitar pukul 3 pagi untuk melakukan sholat," tulis Straitstimes dalam tubuh beritanya.

Peserta Lebih Banyak daripada Dua Tahun Lalu

Massa dari berbagai daerah mengikuti Reuni Akbar 212 di Monas, Jakarta Pusat. Bahkan, masyarakat yang baru datang pagi hingga siang pun menumpuk di sekitar Jalan Medan Merdeka dan tidak bisa masuk ke dalam Monas.

Salah satu peserta Reuni, Fajar Ilham, menilai massa yang hadir dalam Reuni Akbar 212 kali ini lebih banyak dibandingkan aksi pada 2016 silam. Fajar yang juga ikut dalam aksi massa 212 dua tahun lalu mengaku merasakan betul membludaknya peserta Reuni 212 kali ini.

"Ini lebih banyak daripada 212 pada 2016, luar biasa, dari Jati Baru, Tanah Abang, samping BI sampai Sudirman saya dua tahun lalu mobil bisa taruh di BSM Sudirman, sekarang stuck di parkir depan Hotel Millenial," kata Fajar kepada Republika.co.id, Ahad (2/12).

Fajar yang datang sejak pagi pun tidak bisa memasuki Monas dan hanya berada di sekitar Monas. Kendaraannya pun jauh ia parkir jauh dari Monas. "Sudah nggak bisa masuk," ujar dia.

Ia menuturkan, banyak peserta Reuni 212 kali ini yang bukan peserta pada aksi 212 dua tahun silam. Terlebih, pelaksanaan reuni 212 kali ini digelar pada hari libur sehingga banyak yang ikut hadir.

"Tetangga saya yang dua tahun lalu nggak ikut, tadi ikut, mungkin libur juga jadi tumpah ruah semuanya," ujarnya.

Selain itu, pria yang merupakan Tenaga Ahli DPR itu menilai banyaknya massa yanf datang dalam Reuni 212 tersebut bentuk kecintaan kepada Allah SWT. "Cinta Illahi Allahu Rabbi yang menyatukan kami, 212," ungkapnya. [yy/republika]