fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


6 Ramadhan 1442  |  Minggu 18 April 2021

Polisi Hadang Massa Anti-Syiah pada Peringatan Asyura di Semarang

Polisi Hadang Massa Anti-Syiah pada Peringatan Asyura di Semarang


Fiqhislam.com - Peringatan Asyura yang dilakukan penganut Syiah kembali mendapat penolakan di Semarang Jawa Tengah. Acara yang digelar di UTC Hotel, Jalan Sampangan, Semarang, tersebut dijaga ketat kepolisian karena ada ratusan pihak kontra yang datang dan berunjukrasa.

Massa yang mengatasnamakan Forum Umat Islam itu mendatangi lokasi acara dengan jumlah massa sekitar 500 orang. Namun mereka dihadang petugas kepolisian agar tidak masuk ke kawasan UTC Hotel. Mereka kemudian melakukan unjuk rasa dan berorasi.

Salah satu koordinator aksi, Ahmad Rofi'i, mengatakan aksi tersebut untuk menolak Syiah yang menurutnya merupakan ajaran sesat. Ia juga menyuarakan agar MUI jateng mengeluarkan fatwa jika Syiah merupakan ajaran sesat.

"Syiah ini juga ancaman nyata bagi kedaulatan NKRI," kata Ahmad, Minggu (1/10/2017).

Massa yang berunjuk rasa di depan gerbang hotel kemudian melakukan salat berjamaah di jalan raya hingga terpaksa arus lalu lintas ditutup sementara dan pengguna jalan tidak bisa melintas. Usai salat mereka kembali melakukan aksinya.

Kapolrestabes Semarang, Kombes (Pol) Abiyoso Seno Aji, turun langsung untuk mengamankan situasi. Abiyoso mengatakan ada 970 personel kepolisian yang turun untuk mengamankan kedua belah pihak.

"Kami menjaga agar tidak bentrok. Dari sisi Syiah kami lindungi, dari yang demo juga kami lindungi dan semuanya memberikan kesempatan untuk melakukan kegiatan masing-masing," kata Abiyoso.

Sementara itu panitia Asyura, Husein Ridho, mengatakan pihaknya tidak menanggapi serius aksi massa yang kontra karena ia menilai aksi tersebut bentuk intoleransi. Penganut Syiah juga tidak khawatir acaranya gagal dilaksanakan karena sudah dijaga kepolisian.

"Kami tanggapinya tidak terlalu serius, tidak jadi momok, semua kami serahkan ke kepolisian," kata Husein.

Terkait izin, Husein menegaskan pihaknya sudah mengurus semuanya hingga izin dikeluarkan. Menurutnya acara yang diselenggarakan pun tidak melanggar bahkan mengangkat tema nasionalisme juga.

"Ini acara pengajian dalam rangka memperingati wafatnya cucu Nabi. Kami sengaja di hari Kesaktian Pancasila ini juga angkat tema kenegaraan dan nasionalisme dan perjuangan Syaidina Husain memperjuangkan Islam," pungkasnya.

Untuk diketahui, penganut Syiah setiap tanggal 10 Muharam menggelar acara Asyura atau haul Syaidina Husain bin Ali, cucu Nabi Muhammad SAW. Acara diisi dengan ceramah dan doa-doa. Kali ini ceramah diisi oleh Ustadz Toha dari Pekalongan.

"Ini yang datang sekitar 3.000 sampai 4.000 orang," ujar Husein.

Saat ini acara masih berlangsung dan pengamanan dari petugas kepolisian masih dilakukan. Meski demikian massa kontra yang berunjukrasa sudah meninggalkan lokasi dengan pengawalan. Acara yang digelar sejak pukul 13.00 WIB itu rencananya akan berakhir pukul 16.30 WIB.

Tahun lalu, penolakan juga terjadi ketika Asyura digelar di Masjid Nuruts Tsaqolain di Jalan Boom Lama Semarang. Namun acara tetap berjalan lancar dengan pengamanan kepolisian. [yy/news.detik]

 

Tags: Asyura | Syiah