10 Safar 1443  |  Sabtu 18 September 2021

basmalah.png

Laman nikahsirri.com Berpotensi Jadi Prostitusi Bermodus Agama

Laman nikahsirri.com Berpotensi Jadi Prostitusi Bermodus Agama


Fiqhislam.com - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengecam keberadaan laman nikahsirri.com.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama itu menganggap laman ini berpotensi menjadi praktik pelacuran terselubung dengan modus agama.

"Nikah siri kok dijadikan komoditas. Apalagi di dalam situs tersebut terang-terangan menyebutkan lelang keperawanan yang dipromosikan secara online," ungkap Khofifah disela-sela pencairan PKH di Kabupaten Kebumen, Jumat (23/9).

Menurut Khofifah, nikah siri jelas-jelas bertentangan dengan peraturan perundangan-undangan yaitu UU No. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan. Dalam undang-undang tersebut disebutkan bahwa setiap perkawinan harus dicatat negara.

“Nikah di bawah tangan atau nikah siri adalah pernikahan yang dilakukan di luar pengawasan petugas pencatat nikah, dan sudah pasti tidak tercatat di KUA,” imbuhnya

Khofifah menerangkan, pernikahan merupakan hal yang sakral untuk membina hubungan yang bahagia, karenanya itu perlu dilakukan dengan cara-cara yang baik. Selain itu dalam nikah siri ada potensi perbuatan-perbuatan melawan hukum seperti melegalkan perzinahan, selingkuh, hingga poligami.

Nikah siri, lanjut Khofifah, meletakkan perempuan dalam posisi yang sangat lemah. Perempuan yang dinikahi secara siri rentan mengalami kekerasan dalam rumah tangga dan pelecehan seksual.

Khofifah mengaku heran dengan kehadiran laman tersebut. Di laman beranda disebutkan bahwa program nikah siri bisa membuat sebuah keluarga miskin mendapatkan pemasukan finansial yang cukup besar untuk modal usaha.

Modal tersebut, seperti ditulis dalam laman itu, dianggap akan menciptakan banyak pengusaha UMKM yang baru, yang tidak hanya membuka lowongan pekerjaan, tapi juga mempercepat roda perekonomian nasional.

"Menikah bukan untuk mencari keuntungan, apalagi di situs tersebut ditulis bahwa nikah siri dan lelang keperawanan adalah dimaksudkan untuk mengentaskan kemiskinan. Nikah itu untuk mencari ketenangan dan ketenteraman," tegas Khofifah.

Khofifah mengungkapkan, pelacuran selain merendahkan martabat kaum perempuan lantaran secara seksual dieksploitasi juga akan menimbulkan rentetan permasalahan lain yang juga cukup pelik. Mulai dari perdagangan manusia, penyakit kelamin, HIV/AIDS, perceraian, anak terlantar, dan lain sebagainya.

"Hal itu tidak menjadikan Indonesia sejahtera. Sebaliknya semakin membuat kehidupan masyarakat Indonesia porak-poranda," ujarnya.

Khofifah juga langsung kordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk menindak tegas pemilik laman tersebut setelah mendengar hasil investigasi Polri. Khofifah berharap Menkominfo Rudiantara segera memblokir laman nikahsirri.com dan aplikasi android yang bisa diunduh secara gratis di Google Play Store.

"Saya mengajak masyarakat untuk menjaga akhlak dan karakter bangsa, hal seperti ini jika tidak segera ditindaklanjuti maka moral dan karakter bangsa ini akan semakin terdegradasi," imbuhnya. [yy/mediaindonesia]

Tags: Prostitusi