18 Safar 1443  |  Minggu 26 September 2021

basmalah.png

Temui MUI, Nabi Isa Palsu Kecewa

Temui MUI, Nabi Isa Palsu KecewaFiqhislam.com - Setelah menunggu selama beberapa hari, Jari, pria yang mengaku sebagai Nabi Isa akhirnya datang dan menemui Majelis Ulama Indonesia (MUI), Senin (22/2/2016).

Pria yang mengaku sebagai Nabi Isa Habibulloh itu, tiba di kantor Islamic Center Kota Jombang, Jawa Timur dan langsung melakukan pertemuan dengan beberapa pejabat dan perwakilan MUI.

Oleh para ulama, Jari dimintai keterangan terkait wahyu yang konon telah diterimanya pada 2005. Namun saat pertemuan berlangsung, Jari tampak sangat kecewa.

Sebab, meski sudah memberi penjelasan panjang lebar bersama dua pengikutnya, ternyata MUI tetap menganggap wahyu yang telah diterimanya salah.

Menurut MUI, bisikan yang didengar Jari dengan panggilan 'Yasin..Yasin..Yasin' hingga tujuh kali bukanlah wahyu sehingga Jari bukanlah nabi.

Mui pun meminta Jari dan pengikutnya sadar. Selanjutnya, para ulama juga berjanji akan segera memberikan pembinaan kepada Jari dan pengikutnya.

Dari pertemuan ini, MUI akan segera membuat fatwa terkait keyakinan Jari dan para pengikutnya yang mengangap Jari sebagai Nabi Isa.

Namun, sebelum fatwa dikeluarkan Jari meminta agar MUI melibatkan ahli-ahli ghaib dalam menyusun fatwa tersebut. Sebab menurutnya, hanya ahli ghoib yang faham tentang hal-hal tersebut.

Setelah pertemuan selesai, Jari yang tampak kecewa langsung pergi dan tidak mau memberi keterangan apa pun kepada media.

PBNU: Orang Gila Enggak Usah Dikomentari

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj, menyerukan agar masyarakat Indonesia mengabaikan pria yang mengaku jelmaan Nabi Isa.

Said meyakini pria asal Jombang bernama Jari (40) yang mengaku Nabi Isa Habibulloh tersebut keliru, serta ajaran yang dianutnya sesat.

"Orang gila enggak usah dikomentari lah. Orang gila enggak usah dikomentari," katanya kepada Okezone di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, Selasa (23/2/2016).

Menurutnya, fenomena Jari yang mengaku-ngaku seorang nabi sudah tidak aneh di negeri ini. Oleh karena itu, dirinya mengajak masyarakat untuk mempertebal keimanan.

"Itu sudah bisa kan (ada yang mengaku juru selamat, nabi, dan sebagainya), jadi jangan percaya," tutupnya. [yy/okezone]