4 Jumadil-Awal 1443  |  Rabu 08 Desember 2021

basmalah.png

Amien Rais: Segera Tangkap Ahok || Pak Jokowi, Ahok Jangan Dibela || Polri: Dugaan Penistaan Agama Ahok Diproses

Amien Rais: Segera Tangkap Ahok


Amien Rais: Segera Tangkap Ahok


Fiqhislam.com - Mantan Ketua MPR, Amien Rais menghadiri aksi mendesak penegak hukum memproses dan menangkap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang telah menistakan agama, Jumat (14/10). Bahkan Amien juga turut berorasi mendesak Polri segeraAmien Rais: Segera Tangkap Ahok menangkap Ahok.

Aksi mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu mendapat sambutan hangat dari ribuan massa yang berkerumun di sana. Ditemui seusai berorasi, Amien mengungkapkan kedatangannya adalah untuk meminta Bareskrim Polri segera menangkap dan memproses Ahok sesuai hukum yang berlaku.

Itu tak lain karena dia memganggap Ahok telah menghina kitab suci Alquran, yang merupakan kitab suci 2,3 miliar manusia di muka bumi ini.

"Mudah sekali untuk menyelesaikan masalah ini, segera tangkap Ahok, proses hukumnya yang wajar saja. Begitu proses hukum jalan, ini umat Islam lega karena penghinaan ini ada hukumannya," kata tegasnya di Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (14/10).

Tak hanya melakukan orasi, Dewan Kehormatan PAN tersebut turut mengikuti long march dari Mesjid Istiqlal menuju Gedung Bareskrim. Amien yang datang dengen mengenakan setelam putih-putih tersebut mengaku, di usianya yang sudah tidak muda lagi, dirinya masih suka berjalan kaki.

"Saya ikut long march, meskipun usia saya sudah sekitar 71 tahun, saya memang masih suka jalan," kata Amien.

Seperti diketahui, sejumlah massa yang tergabung dalam kelompok Aksi Bela Islam menggelar aksi unjukrasa. Dalam aksinya mereka menuntut pemerintah, khususnya aparat penegak hukum mempercepat proses hukum Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Itu tak lain karena Ahok dianggap telah menistakan Agama Islam dan Alquran terkait pernyataannya tentang Surat Almaidah ayat 51. [yy/republika]

Amien Rais: Segera Tangkap Ahok


Amien Rais: Segera Tangkap Ahok


Fiqhislam.com - Mantan Ketua MPR, Amien Rais menghadiri aksi mendesak penegak hukum memproses dan menangkap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang telah menistakan agama, Jumat (14/10). Bahkan Amien juga turut berorasi mendesak Polri segeraAmien Rais: Segera Tangkap Ahok menangkap Ahok.

Aksi mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu mendapat sambutan hangat dari ribuan massa yang berkerumun di sana. Ditemui seusai berorasi, Amien mengungkapkan kedatangannya adalah untuk meminta Bareskrim Polri segera menangkap dan memproses Ahok sesuai hukum yang berlaku.

Itu tak lain karena dia memganggap Ahok telah menghina kitab suci Alquran, yang merupakan kitab suci 2,3 miliar manusia di muka bumi ini.

"Mudah sekali untuk menyelesaikan masalah ini, segera tangkap Ahok, proses hukumnya yang wajar saja. Begitu proses hukum jalan, ini umat Islam lega karena penghinaan ini ada hukumannya," kata tegasnya di Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (14/10).

Tak hanya melakukan orasi, Dewan Kehormatan PAN tersebut turut mengikuti long march dari Mesjid Istiqlal menuju Gedung Bareskrim. Amien yang datang dengen mengenakan setelam putih-putih tersebut mengaku, di usianya yang sudah tidak muda lagi, dirinya masih suka berjalan kaki.

"Saya ikut long march, meskipun usia saya sudah sekitar 71 tahun, saya memang masih suka jalan," kata Amien.

Seperti diketahui, sejumlah massa yang tergabung dalam kelompok Aksi Bela Islam menggelar aksi unjukrasa. Dalam aksinya mereka menuntut pemerintah, khususnya aparat penegak hukum mempercepat proses hukum Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Itu tak lain karena Ahok dianggap telah menistakan Agama Islam dan Alquran terkait pernyataannya tentang Surat Almaidah ayat 51. [yy/republika]

Amien Rais: Pak Jokowi, Ahok Jangan Dibela

Amien Rais: Pak Jokowi, Ahok Jangan Dibela


Amien Rais: Pak Jokowi, Ahok Jangan Dibela


Fiqhislam.com - Dalam orasinya, Amien Rais mengingatkan agar Presiden Joko Widodo tak membela Ahok.

"Kita minta pak Jokowi agar Ahok jangan dibela. Pak Kapolri mohon Ahok segera diperiksa dan diberi hukuman setimpal," ujarnya menegaskan.

Kehadiran Amien Rais dalam demonstrasi ini disambut meriah oleh para demonstran.  "Dengan kehadiran Amien Rais berarti orang tua menyutujui gerakan kita," teriak salah satu komando.

Ribuan massa Ormas Islam turun ke jalanan pusat ibu kota selepas shalat Jumat. Mereka menuntut agar Ahok diproses hukum menyusul pernyataannya soal Surat Al Maidah. MUI telah memutuskan Ahok melecehkan umat Islam.

Dalam aksinya para pengunjuk rasa juga turut dipandu menyanyikan lagu "Si Ahok Durjana." "Kalau berani menghina ayat Allah berarti menginjak-injak Alquran," seru ustaz Zakir Mirza. "Di sini yang hadir bukan FPI, ada FBR, mahasiswa, semua elemen bangsa hadir membela tanah air. Bahkan ada non-Muslim. Ini isu nasional, Ahok menjadi virus kalau hanya didiamkan." [yy/republika]

Polri: Dugaan Penistaan Agama Ahok Diproses

Polri: Dugaan Penistaan Agama Ahok Diproses


Polri: Dugaan Penistaan Agama Ahok Diproses


Fiqhislam.com - Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar menegaskan laporan dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terus berjalan.

"Kalau ada kata-kata yang gak diproses, gak benar," kata Boy di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (14/10/2016).

Boy menambahkan saat ini laporan terhadap Ahok tengah berada di Bareskrim. Polisi pun juga sudah memeriksa saksi terkait kasus tersebut.

Lima saksi diperiksa, termasuk mendapatkan rekaman video berkaitan apa yang disampaikan Gubernur DKI.

"Penyidik melakukan pemeriksaan forensik pada video itu," tuturnya

Boy menegaskan pernyataan orang tertentu yang mengatakan laporan dugaan penistaan agama Ahok tidak diproses, tidak benar.

"Yang buat kesan seolah polisi gak profesional," tambahnya.

Sebelumnya ribuan warga yang tergabung dalam gerakan masyarakat Jakarta melakukan aksi demo di kantor sementara Bareskrim Polri, kantor Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP), Gambir.

Usai berdemo di Bareskrim, ribuan warga berencana melanjutkan demo didepan Balaikota DKI Jakarta dan akan berakhir di Patung Kuda, Medan Merdeka. [yy/inilah]

Polri: 5 Saksi Diperiksa Termasuk Rekaman Video

Polri: 5 Saksi Diperiksa Termasuk Rekaman Video


Polri: 5 Saksi Diperiksa Termasuk Rekaman Video


Fiqhislam.com - Kepolisian RI menindaklanjuti proses penyelidikan video pidato Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) yang salah satunya berisi pernyataan mengenai Al Maidah 51. Penyelidikan terhadap dugaan penistaan agama dalam video tersebut masih terus berjalan.

"Penanganan kasus laporan dugaan adanya penistaan agama yang telah dilaporkan pada Bareskrim sejauh ini proses masih berjalan," kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (14/10/2016).

Boy membantah pihak-pihak yang menyebut bahwa pelaporan tersebut tidak diproses. Menurutnya, polisi tetap melakukan pemeriksaan atas kasus tersebut sesuai prosedur yang berlaku.

"Kalau ada kata-kata yang bilang tidak diproses itu tidak benar, jadi proses hukum terhadap laporan yang disampaikan kepada pihak penyidik ataupun sentra pelayanan terpadu baik Polda Metro dan Bareskrim itu semua ditangani Bareskrim dan sedang berporses," kata Boy.

Menurut dia saat ini sudah ada 5 saksi yang sudah diperiksa termasuk isi rekaman video pidato Ahok di Kepulauan Seribu pada Maret 2016 lalu tersebut.

"Ada 5 saksi yang sedang berjalan termasuk mendapatkan rekaman video berkaitan dengan apa yang disampaikan Gubernur DKI Pak Basuki Tjahaja Purnama dalam rekaman itu informasi berada di Pemprov dan penyidik berupaya malakukan pemeriksaan secara forensik terhadap video tersebut," ujarnya.

Sejauh ini, menurutnya belum ada rencana untuk memanggil Ahok dan masih dalam proses pemeriksaan saksi.

"Sejauh ini (pemeriksaan) belum pada terlapor, baru yang sifatnya ingin langkah-langkah pembuktian sesuai hukum yang berlaku dengan memperoleh minimal 2 alat bukti, untuk tahap awal pemeriksaan saksi sudah dilakukan dan juga ke warga masyarakat Kepulauan Seribu yang saat itu hadir," terangnya.

Untuk itu Boy menegaskan bahwa pihaknya masih melanjutkan prosea penyelidikan terhadap kasus Ahok tersebut.

"Jadi proses penyelidikan dan pemeriksaan saksi sedang berjalan jadi kalau ada hasutan dan pernyataan-pernyataan orang tertentu yang bilang tidak ditangani itu tidak benar," tegasnya. [yy/news.detik]