fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


7 Ramadhan 1442  |  Senin 19 April 2021

Alasan Gafatar Menistakan Agama dan Melakukan Makar || Petinggi Gafatar Diserahkan ke Kejari Cibinong

Alasan Gafatar Menistakan Agama dan Melakukan Makar

Alasan Gafatar Menistakan Agama dan Melakukan Makar


Fiqhislam.com - Analis Kebijakan Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri Kombes Marsudi, menjelaskan alasan penerapan pasal penistaan agama oleh tiga tersangka dari kelompok Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar).

Tiga tersangka itu yakni mantan pimpinan Gafatar Ahmad Musadeq, Mahful Muiz Tumanurung, dan Andi Chaya. Mereka ditahan di Bareskrim sejak Rabu 25 Mei 2016.

"Gafatar ini sebetulnya metamorfosis Al Qiyadah Al Islamiyah, di mana tahun 2004 sudah berdiri dan dinyatakan ajaran sesat oleh MUI. Pimpinannya Musadeq pernah diproses di Polda Metro dan Musadeq sudah dihukum," katanya di Kompleks Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (15/9/2016).

Setelah Musadeq dihukum, terang Marsudi, terjadi metamorfosis perubahan Al Qiyadah menjadi komunitas Millah Abraham atau Komar pada 2009.

"Ajarannya sama yaitu Musadeq menyatakan dirinya sebagai nabi dan mencampuradukkan ajaran dari kitab Taurat, Injil, dan Alquran, sehingga pengikutnya diajarkan untuk tidak melakukan syariat agama karena saat ini negara kita dianggap oleh mereka sedang berada di zaman jahiliyah. Sehingga ajaran ini dinyatakan sesat oleh MUI," jelasnya.

Selain menistakan agama, tiga tersangka dari kelompok Gafatar ini dianggap melakukan perbuatan makar.

Marsudi menjelaskan, pada Agustus 2015, Gafatar banyak ditolak oleh masyarakat sehingga mereka mengadakan rapat kongres luar biasa di Puncak dalam rangka pembubaran Gafatar dan pembentukan Negeri Karunia Tuhan Semesta Alam (NKTSAN).

"Mereka kami anggap melakukan makar karena di salah satu ajaran atau tahapan ajarannya pertama syiron atau penyebaran agama secara terselubung. Kedua zahron atau penyebaran agama terbuka," katanya.

"Ketiga eksodus atau hijrah, di mana di akhir tahun 2015 ada pergeseran pengikut Gafatar ini ke Borneo ini dianggap menjadi negeri yang diperjanjikan, sehingga pengikut ini berpindah ke Mempawah, Ketapang, dan sebagainya," ulasnya.

Adapun pasal yang disangkakan terhadap tiga tersangka ini adalah penistaan agama Islam atau pemufakatan jahat untuk melakukan makar juncto perbuatan berlanjut dan/atau penyertaan sebagaimana yang dimaksud Pasal 156 A KUHP dan/atau Pasal 110 Ayat (1) KUHP juncto Pasal 107 Ayat (1) dan (2) KUHP juncto 64 Ayat (1) KUHP dan/atau 55 Ayat (1) ke 1E KUHP dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara. [yy/okezone]

Tags: gafatar | sesat | makar