20 Jumadil-Akhir 1443  |  Minggu 23 Januari 2022

basmalah.png
DUNIA ISLAM

Cegah Radikalisme, Polisi Tajikistan Cukur Janggut 13.000 Laki-laki

Cegah Radikalisme, Polisi Tajikistan Cukur Janggut 13.000 Laki-laki

Fiqhislam.com - Ironis, polisi Tajikistan mencukur 13.000 janggut laki-laki di negara itu, dan menutup 160 toko yang menjual pakaian muslim. Langkah tersebut mereka ambil, dengan alasan mencegah pengaruh asing masuk ke negaranya.

Menurut saluran radio Europe’s Tajik, tindakan itu diakukan di wilayah Khatlon yang berbatasan dengan Afganistan. Sementara kepala daerah setempat bertutur, sebanyak 12.818 laki-laki memiliki janggut terlalu panjang dan tidak terawat. Sehingga, menjadi sasaran aparat setempat untuk mencukur janggut mereka pada tahun 2015 lalu.

Pemerintah Tajikistan berfikir, tindakan mencukur janggut itu sebagai perlawanan terhadap radikalisme.

Sementara beberapa pekan lalu pada tahun 2016, Parlemen Tajikistan melarang penggunaan nama dari bahasa Arab, dengan dalih terdengar asing. Serta melarang perkawinan dengan sepupu.

Undang-undang ini diharapkan disetujui oleh Presiden Tajikistan Emomali Rahmon, untuk menyuarakan sekularisme dan mencegah praktik asing yang dinilai mengancam stabilitas Tajikistan.

Dilansir dalam World Bulletin, pada tahun 2015 Umar Bobojonov, 23, seorang warga Tajikistan, meninggal di rumah sakit setelah dipukuli oleh polisi setempat. Keluarganya mengatakan, laki-laki itu dipukuli akibat memiliki janggut.

 

Namun, di kota Dushanbe laki-laki berjanggut mulai diberikan lampu hijau. Seperti sebuah laporan yang dikutip The Guardian, Romish Ibrohimov, seorang disainer dan fotografer yang memiliki janggut berwarna merah menegaskan,

“Makai janggut dengan alasan agama atau bukan, saya ingin tetap menumbuhkan janggut. Karena saya ingin terlihat indah,” pungkasnya. [yy/islampos]