fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


30 Ramadhan 1442  |  Rabu 12 Mei 2021

Potong Tangan Sendiri Usai Dituding Murtad, Imam Masjid di Pakistan Ditangkap

Potong Tangan Sendiri Usai Dituding Murtad, Imam Masjid di Pakistan DitangkapFiqhislam.com - Seorang imam masjid di Pakistan ditangkap polisi atas tudingan menghasut kekerasan. Penyebabnya, seorang remaja laki-laki berusia 15 tahun memotong tangannya setelah dituding sebagai murtad oleh ulama ini.

Belakangan terungkap bahwa insiden ini dipicu oleh kesalahpahaman belaka. Seperti dilansir Reuters, Senin (18/1/2016), insiden ini berawal ketika ulama bernama Shabbir Ahmed ini berceramah di sebuah masjid di wilayah Provinsi Punjab.

Saat itu, Ahmed bertanya kepada jemaah apakah ada yang tidak mencintai Nabi Muhammad. Si remaja 15 tahun yang salah mendengar pertanyaan itu, mengangkat tangannya. Ahmed dengan cepat menunjuk remaja itu dan menyebutnya sebagai murtad di depan jemaah lainnya.

Dituturkan kepala kepolisian setempat, Nosher Ali, kepada Reuters, remaja itu kemudian pulang ke rumah dan memotong tangannya sendiri. Tindakan remaja ini justru disambut baik ayahnya yang menyatakan kepada polisi, dirinya bangga dengan putranya dan tidak ingin ulama Ahmed ditangkap.

Namun, lanjut Ali, polisi telah menjeratkan dakwaan antiterorisme kepada ulama Ahmed dan menangkapnya pada Sabtu (16/1) waktu setempat.

"Imam masjid seperti ini tidak seharusnya diizinkan memberikan ceramah. Penangkapannya dilakukan berdasarkan National Action Plan yang mengatur pidato kebencian yang menghasut kekerasan tidak lagi diizinkan di negara ini," sebut Ali.

Kemurtadan atau penghujatan agama menjadi isu yang sangat sensitif dan kontroversial di Pakistan. Seringkali tudingan murtad memicu aksi kekerasan massa yang berujung kematian. [yy/news.detik]