27 Dzulhijjah 1442  |  Jumat 06 Agustus 2021

basmalah.png

Inilah Kafe Israel yang Dibangun di Atas Makam Sahabat-Sahabat Nabi

Inilah Kafe Israel yang Dibangun di Atas Makam Sahabat-Sahabat Nabi

Fiqhislam.com - Yahudisasi di sejumlah Landmark Islam di Yerusalem mulai menjadi. Terakhir, Israel meresmikan sebuah kafe sekaligus klub malam di atas tanah bersejarah bagi Muslim di Yerusalem. Landwer Cafe's Independence Garden, berdiri di atas permakam Muslim yang telah berusia 1.400 tahun di Yerusalem.

Dilansir Aljazirah, Rabu (5/8), dikutip Daily Times, Gerakan muslim setempat, The Aqsa Foundation for Endowment and Heritage mengatakan, pembangunan kafe adalah bagian dari rencana Israel yang bertujuan untuk menghancurkan segala sesuatu yang berhubungan dengan sejarah Islam di tanah ini.

Yayasan meminta para peziarah permakaman, serta negara-negara Islam dan Arab, serta rakyat Palestina untuk bersama-sama menghadapi penodaan Islam ini. Dilansir sejumlah media setempat, termasuk surat kabar Hareetz, permakaman juga dihuni oleh makam sejumlah para Sahabat dan banyak ilmuwan Islam, yang telah dikuburkan lebih dari 1.400 tahun lalu.

Sementara itu, pemilik restoran mengatakan, ia tidak tahu ada kuburan di bawah kafe, tetapi menolak untuk membuat komentar lebih lanjut. "Ini bukan hanya hilangnya permakaman yang membuat marah Palestina. Menjual alkohol di kafe juga dipandang sebagai pelanggaran berat terhadap kesucian situs Islam," ujarnya, Rabu (5/8).

Kafe ini hanya salah satu bagian dari rencana mega proyek pembangunan kawasan bisnis lainnya. Juga direncakan dibangun 192 rumah - sebuah hotel dengan 480 kamar, ruang komersial, parkir dan sejumlah fasilitas lainnya.

Menurut sumber-sumber media Israel, fasilitas tersebut berdiri di atas areal seluas 450 meter persegi. Hal ini dilengkapi untuk 110 kursi, termasuk bar dan halaman yang luas yang akan dijalankan oleh sebuah perusahaan Israel.

Sebelumnya, gugatan penghentian proyek pembangunan pernah diserukan pada 2011 oleh Muasasat Al-Aqsa, kelompok yang mendedikasikan diri melestarikan tempat-tempat suci Islam. Menurut Muasasat Al-Aqsa, sifat dari kuburan, yang kembali ke periode Ottoman, konsisten dengan praktik pemakaman Muslim. Namun demikian, pengadilan Tinggi Israel tetap mengizinkan proyek berlanjut. [yy/republika]