fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


3 Ramadhan 1442  |  Kamis 15 April 2021

Muslim Uighur Disiksa dan Dipaksa Mengaku Lakukan Pemboman Thailand

Muslim Uighur Disiksa dan Dipaksa Mengaku Lakukan Pemboman ThailandFiqhislam.com - Muslim Uighur yang dituduh sebagai pelaku pemboman di Thailand, yang menewaskan 20 orang, ternyata disiksa dan dipaksa untuk mengaku.

Adem Karadag, juga dikenal sebagai Bilal Mohammed, akan diadili di pengadilan militer Thailand pada Selasa (16/02/2016) bersama tersangka lainnya, Yusufu Mieraili, untuk mendengarkan tuntutan terhadap mereka secara formal. Polisi mengatakan bahwa keduanya telah "mengaku" terlibat dalam pemboman di Kuil Erawan 17 Agustus tahun lalu.

Pengacara Karadag mengatakan, kliennya disiksa agar mengaku ikut ambil bagian dalam serangan mematikan itu. Kebanyakan korban adalah turis asing, dan serangan itu dikhawatirkan akan membahayakan bisnis pariswisata Thailand.

"Saat itu, dia disiksa dan berada di bawah tekanan. Itulah kenapa dia mengakui tuduhan yang dialamatkan kepadanya," ujar pengacaranya, Schoochart Kanpai, kepada Reuters usai mengunjungi kliennya.

"Dia tetap berkeras bahwa dirinya tidak terlibat. Satu-satunya tuduhan yang ia terima hanya masuk secara ilegal."

Winthai Suvaree, juru bicara junta Thailand, mengatakan dirinya ragu pelaku telah disiksa saat berada dalam tahanan militer. "Saya yakin tak terjadi apa-apa kepada para pelaku ketika mereka ditahan."

Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan, yang dikatakan pemerintah Thailand sebagai perlawanan terhadap tindakan keras kepada penyelundup manusia. Thailand juga mengatakan bahwa serangan ini bukan aksi terorisme.

Kedua pelaku didakwa dengan 10 tuntutan, termasuk pembunuhan dan kepemilikan bahan peledak secara ilegal, tapi tidak terorisme.

Pengacara Karadag tidak mengatakan apakah pelaku kedua, Meiraili, juga akan membantah tuduhan terhadap dirinya dalam persidangan nanti. [yy/rimanews]