fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


6 Ramadhan 1442  |  Minggu 18 April 2021

Filmkan Haji di Makkah, Muslim Gay India Diancam Dibunuh

Filmkan Haji di Makkah, Muslim Gay India Diancam Dibunuh

Fiqhislam.com - Sebuah film dokumenter yang dibuat seorang Muslim gay tentang ritual ibadah hajinya di Makkah akan dirilis di sebuah bioskop di New York Jumat nanti. Muslim gay kelahiran India bernama Parvez Sharma itu kini diancam akan dibunuh.

Film itu dibuat empat tahun silam, yakni pada 2011, dengan kamera tersembunyi, ketika dia menjalakan ritual ibadah haji. Film itu berjudul “A Sinner in Mecca”.

Menurutnya, film itu dibuat secara segaja empat bulan setelah pendiri al-Qaeda, Osama bin Laden, tewas. ”Saya merasa bahwa itu akan menjadi waktu yang paling menarik untuk pergi dengan semua yang mencampur aduk tentang yang terjadi di dunia Muslim,” kata Sharma kepada AFP.

Tapi, membuat film dokumenter itu tidak mudah. Meskipun Sharma berhasil merekam ritualnya dengan ponsel dan dua kamera kecil tanpa izin dari pihak berwenang Saudi, iPhone-nya disita oleh ”polisi syariah” dan rekaman awal yang dia buat dihapus.

”Orang-orang berjalan-jalan dengan tongkat dan memukul Anda jika Anda melakukan sesuatu yang mereka anggap tidak Islami, dan saya berada di ujung yang salah dari tongkat itu beberapa kali,” akunya, yang dilansir Selasa (1/9/2015).

Selain ritual di Ka’bah, Sharma juga mendokumentasikan rasa ketidaknyamanannya berdiri di bus sepanjang malam untuk pergi ke Gunung Arafat. ”Tidak ada yang baik tentang proses ini,” ucapnya dalam film dokumenter itu.

Dalam film dokumenter itu, dia terang-terangan mengatakan bahwa itu sebagai ritual haji seorang Muslim gay. Menurutnya, kegiatan itu sebagai perjalanan untuk mendamaikan iman dan seksualitasnya. Film dokumenter itu juga memuat pernikahannya dengan pria di New York, Amerika Serikat.

”Ibu saya tidak pernah memaafkan saya lantaran menjadi gay,” kata Sharma di film tersebut. ”Saya sekarang dihadapkan dengan krisis iman. Saya harus membuktikan bahwa saya bisa menjadi seorang Muslim yang baik sekaligus jadi gay.”

Trailer film itu juga telah muncul di YouTube dan telah ditonton sekitar 100 ribu orang. Dia mengaku film itu direspons negatif oleh kalangan dunia Islam. Sejak mengaku membuat film itu, Sharma mendapat banyak ancaman pembunuhan secara online. Ancaman–ancaman itu muncul dari pengguna internet dengan server di Paksitan dan Arab Saudi. Dia juga menerima sejumlah surat berisi kebencian. [yy/sindonews]