13 Safar 1443  |  Selasa 21 September 2021

basmalah.png

Muslim Amerika Minta Carson Mundur dari Pencalonan Presiden

Muslim Amerika Minta Carson Mundur dari Pencalonan Presiden

Fiqhislam.com - Organisasi advokasi Muslim terkemuka di Amerika mendesak kandidat presiden dari Partai Republik Ben Carson mundur dari pertarungan, Senin (21/9).

Carson mengatakan seorang Muslim tidak bisa menjadi presiden AS.

Direktur Ekssekutif Dewan Hubungan Amerika-Islam Nihad Awad mengatakan organisasinya mendesak Carson mundur dari bursa pemilihan presiden karena dia tidak pantas memimpin dan pandangannya tidak sejalan dengan Konstitusi Amerika.

Carson saat ini menduduki posisi ketiga dengan 14 persen, dilansir dari CNN.

Awad mengaku syok atas tanggapan Carson yang menurutnya anti-Muslim. Dia meminta publik dan kandidat presiden lain untuk menolak opini Carson.

"Perlindungan kebebasan beragama di AS adlaah prinsip dasar di negara kami sehingga apakah anda Kristen, Yahudi, Muslim, Katolik, hitam, coklat, putih, jika anda lahir di negara ini, menjunjung konstitusi, memiliki visi, pantas memimpin, anda bisa memimpin tidak peduli apa keyakinan anda," kata Awad.

Direktur Nasional Liga Antipenistaan (ADL) Jonathan Greenblatt menyebut komentar Carson sangat menyakitkan, tidak Amerika dan bertentangan dengan konstitusi.

Kami Juga Punya Hak Pilih

Kendati Konstitusi AS melarang diskriminasi agama bagi warga yang ingin memburu jabatan publik, namun pada kenyataan di lapangan tidak demikian.  Identitas agama dan politik calon presiden kerap menjadi persoalan sensitif yang dijadikan komoditas politik. 

Pada 2007, ketika kandidat Partai Republik Mitt Romney berkampanye, ia menghadapi ketakutan dari kalangan Kristen konservatif lantaran keyakinan Mormon-nya.  Pada 1960, John F. Kennedy yang menjadi Presiden Katolik pertama  menekankan pemisahan gereja dan negara. Presiden AS saat ini, Barack Obama juga pernah disebut Muslim dan memiliki keturunan Arab saat kampanye. 

Sentimen agama juga muncul pada pemilu AS kali ini. Komentar itu datang dari bakal calon presiden asal Partai Republik Ben Carson yang menyebut  Muslim tidak berhak menjadi presiden AS.  Pernyataan Carson sontak mendapat protes warga Muslim. Seorang mahasiswa Muslim, Aicha Fokar (20 tahun) menilai komentar Carson mempertahankan prasangka buruk yang seharusnya tidak ada dalam budaya Amerika.

"Ini mengecilkan hati pemuda Muslim untuk memperjuangkan hak-hak mereka atau bangga dengan iman mereka. Para kandidat mengucapkan statemen itu untuk meraup suara banyak pemilih. Mereka tidak paham kita juga pemilih," kata mahasiswa Lubbock, Texas itu, dilansir Reuters, Selasa (22/9).

Dari Texas Tech University, mahasiswi Saba Nafees (23) juga melihat beberapa ironi dalam komentar Carson. Sementara, di kompleks Anaheim yang dikenal sebagai "Little Saudi", seorang warga Abdallah Soueidan (57 tahun) menilai pernyataan Carson hanya akan memperkeruh suasana.

Di Dearborn, sebuah lingkungan pinggiran di Detroit yang dihuni sebagian besar penduduk Muslim AS, seorang warga lain menyampaikan suara senada. Hanya saja ia lebih memilih mengkritik Donald Trump yang juga memiliki prasangka buruk terhadap Muslim.

Marsekal Shameri menilai Trump harus berbuat lebih banyak untuk menghapus kesalahpahaman tentang Islam. "Sebagai kandidat, sebagai pengusaha, sebagai pria yang mencalonkan diri sebagai presiden, ia seharusnya jauh, jauh lebih tajam dan jernih dalam merespon segala sesuatu. Dia tidak," kata Shameri, yang berasal dari Irak. [yy/republika]