20 Jumadil-Akhir 1443  |  Minggu 23 Januari 2022

basmalah.png
DUNIA ISLAM

Raja Yordania Emoh Temui Netanyahu

Raja Yordania Emoh Temui Netanyahu

Fiqhislam.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tampaknya sedang berusaha untuk melobi pihak Yordania, selaku pemegang hak kustodian Yarusalem timur, mengenai situasi yang berkembang di komplek al-Aqsa. Namun, sayangnya usaha Netanyahu sejauh ini belum membuahkan hasil.

Melansir Ynetnews pada Kamis (24/9/2015), Netanyahu disebut ditolak mentah-mentah oleh Raja Yordania Abdullah II, ketika pemimpin Zionis itu meminta bertemu dan memabahas mengenai ketegangan di komplek yang berada di Yarusalem timur tersebut.

Sementara itu, seorang pejabat Yordania dalam kondisi anonim menuturkan, saat ini pihaknya telah menghentikan impor produk pertanian dari Israel. Namun, dirinya menyebut penghentian impor ini bukan hanya karena ketegangan di al-Aqsa, tapi juga karena hasil pertanian yang buruk.

Ketegangan di Yarusalem timur, yang berpusat di sekitaran komplek al-Aqsa sendiri kian hari kian meningkat. Bentrokan antara pemuda Palestina dengan tentara Israel masih terus terjadi hingga saat ini.

Peningkatan ketegangan ini membuat beberapa pihak khawatir, salah satunya adalah Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Dirinya takut jika tidak segera mereda, maka ketegangan di al-Aqsa akan dapat memicu intifada atau perang besar yang baru, seperti yang terjadi di Gaza tahun lalu.

Khamenei: Israel Telah Hina Al-Aqsha

Pemimpin tertinggi spiritual Iran, Ayatollah Ali Khamenei akhirnya angkat suara mengenai tindakan Israel di kompleks masjid Al-Aqsa. Dirinya dengan tegas menyebut apa yang dilakukan Israel itu adalah sebuah penghinaan besar bagi salah satu situs suci agama Islam itu.

Khamenei, sepeti dilansir Al Arabiya pada Rabu (23/9/2015) menuturkan, semua tindakan yang dilakukan oleh Israel, baik terhadap Palestina ataupun terhadap Al-Aqsa adalah masalah bagi seluruh umat Islam.

"Kejahatan yang dilakukan rezim Zionis di Palestina dan penghinaan yang dilakukan secara berulang pada tempat suci Islam, masjid Al-Aqsa adalah masalah utama bagi umat Islam saat ini," kata Khamenei dalam sebuah pernyataan.

Dalam pernyataannya, Khamenei juga menggambarkan tindakan yang telah dilakukan oleh Israel terhadap Palestina sebagai puncak dari kejahatan. "Itu adalah puncak dari kekejaman dan kejahatan," ucapnya.

Ketegangan yang terjadi di komplek Al-Aqsa yang berada di Yarusalem Timur sendiri saat ini sudah mulai memasuki pekan kedua. Presiden Palestina, Mahmoud Abbas bahkan memperingatkan munculnya intifada baru sebagai akibat bentrokan yang terjadi antara warga Palestina dan pasukan Israel di Yerusalem Timur. [yy/sindonews]