14 Safar 1443  |  Rabu 22 September 2021

basmalah.png

Sekjen PBB Kutuk Pembunuhan di Yerusalem

Sekjen PBB Kutuk Pembunuhan di Yerusalem

Fiqhislam.com - Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengutuk serangan mematikan di Kota Tua di Jerusalem, Ahad (4/10). Ban menyampaikan keyakinan kuatnya bahwa penyelesaian dua-negara yang sedang dirundingkan adalah satu-satunya penyelesaian yang adil dan langgeng bagi konflik Israel-Palestina.

"Sekretaris Jenderal mengutuk dengan sekeras-kerasnya serangan pada Sabtu (3/10) di Kota Tua Jerusalem, termasuk pembunuhan dua orang dari satu keluarga dan cederanya beberapa orang Palestina serta Israel dalam peristiwa selanjutnya di berbagai permukiman di Jerusalem," demikian pernyataan yang disampaikan juru bicara Ban di Markas Besar PBB, New York.

Dua orang Israel tewas dan dua lagi cedera dalam penikaman dan penembakan pada Sabtu malam. Ban merasa sangat prihatin oleh tindakan kelompok Palestina, termasuk HAMAS --yang telah memuji serangan semacam itu. Ia mendesak semua pemimpin agar mengutuk kekerasan dan hasutan, memelihara ketenangan dan melakukan apa saja yang dapat mereka lakukan guna menghindari ketegangan lebih jauh.

"Sekretaris Jenderal sangat percaya bahwa penyelesaian yang adil dan langgeng bagi konflik itu hanya dapat dicapai melalui penyelesaian yang dirundingkan," kata pernyataan tersebut.

Israel: Anak-Anak Palestina Bermimpi Membuat Bom untuk Hancurkan Yahudi

Wakil Menteri Luar Negeri Israel Tzipi Hotoveli memicu perseteruan diplomatik saat ia membuat sejumlah komentar pedas dalam konferensi PBB di New York, Kamis (1/10).

Hotoveli yang seorang pegaris keras agama mengatakan kepada delegasi PBB bahwa anak-anak Israel bermimpi menjadi insyinyur agar bisa berkontribusi bagi negara. Sedangkan anak-anak Palestina bermimpi untuk menjadi insyinyur agar mereka bisa membuat alat peledak dan melakukan serangan teror.

Berbicara di hadapan negara donor Palestina, Hotoveli menyatakan upaya ekonomi tidak akan berhasil hingga nilai-nilai dasar Palestina berubah.

"Selama mimpi anak-anak Palestina menjadi insyinyur adalah untuk menghancurkan Yahudi, tidak ada upaya ekonomi yang akan berhasil," katanya, seperti dilaporkan Haaretz, dikutip dari Telegraph.

Hamas Serukan Warga Palestina Angkat Senjata Lawan Israel

Pejabat senior Hamas Mahmud Zahar Sabtu menyerukan Palestina untuk mengangkat senjata membela kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem setelah meningkatnya pengunjung Yahudi ke tempat itu.

"Satu-satunya solusi untuk membela masjid Al-Aqsa dan mencegah Israel melaksanakan rencana mereka terhadap Tepi Barat dan pendudukYerusalem mengangkat senjata," kata Mahmud Zahar dalam sebuah wawancara yang dimuat di situs gerakan organisasi itu seperti dikutip dari laman Al Arabiya, Ahad (4/10).

Ketegangan meningkat di Tepi Barat yang diduduki dan Yerusalem baru, saat Palestina dan polisi Israel bentrok di lokasi Al-Aqsa yang suci bagi Muslim dan Yahudi.

Panggilan Zahar juga datang setelah sejumlah serangan terhadap warga Palestina dilaporkan di Tepi Barat Jumat (2/10) karena tentara Israel mencari tersangka warga Palestina yang menembak pemukim Yahudi di depan anak-anak mereka. Sampai saat ini, kata dia, senjata hanya bertugas untuk melindungi para pemukim dan penjajah.

‘’Tapi kita tidak boleh lupa bahwa Tepi Barat memiliki sumber daya manusia yang besar yang dapat dimobilisasi setiap saat supaya citra Palestina dari Tepi Barat dan Yerusalem yang melemparkan batu dan bom molotov mendapat penanganan," katanya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bulan lalu bersumpah perang terhdapat pelempar batu.

PM Israel akan Percepat Penghancuran Rumah Palestina

Kekerasan telah meningkat di Yerusalem dan Tepi Barat pada Ahad (4/10). Hal itu terjadi setelah warga Israel menjadi sasaran dalam dua serangan pisau sementara warga Palestina tewas dalam bentrokan dengan pasukan Israel.

Meningkatnya kekerasan antara keduanya membuat Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menggelar pertemuan. Netanyahu bertemu kepala keamanan pada Ahad (4/10).

Mereka bertemu untuk membahas tindakan lebih guna mengatasi meningkatnya kekerasan di Yerusalem Timur, meliputi Kota Tua dan Tepi Barat yang direbut Israel dalam perang 1967.

Dalam pidatonya, Netanyahu mengatakan langkah-langkah baru akan mencakup percepatan penghancuran rumah Palestina. Ia juga melarang penyerang menghasut adanya kekerasan dari Kota Tua.

Pertumpahan darah termasuk penembakan yang menewaskan dua warga Israel di Tepi Barat Kamis lalu dan pembakaran yang menewaskan seorang balita Palestina dan orang tuanya pada Juli telah memicu kekhawatiran eskalasi lebih luas. Pada Sabtu, warga Pelstina menikam seorang tentara Israel yang sedang bebas tugas hingga tewas.

Kekerasan juga meletus di selatan ketika Hamas di Jalur Gaza menembakkan roket ke Israel meski tidak menyebabkan cedera atau kerusakan. Israel biasanya membalas serangan tersebut dengan serangan udara di Gaza.

Ketegangan lebih meradang dengan seringnya bentrokan antara pelempar batu Palestina dan pasukan keamanan Israel di kompleks masjid al-Aqsa. [yy/republika]