19 Rabiul-Awal 1443  |  Senin 25 Oktober 2021

basmalah.png

Mauritania dan Maladewa, Negara 100 Persen Islam

Mauritania dan Maladewa, Negara 100 Persen Islam

Fiqhislam.com - Berdasarkan sebuah artikel bertajuk ‘Kontribusi Islam Terhadap Masa Depan Peradaban di Asia Tenggara’, banyak ahli memprediksikan ada sebanyak 1,6 miliar masyarakat Muslim di seluruh dunia. Dari angka tersebut, 62,1 % nya menetap di benua Asia .

Populasi umat Muslim dikatakan akan terus mengalami peningkatan sebanyak 30 % hingga 2030. Sementara itu, tingkat pertumbuhannya saat ini mendapai 2 kali lipat jika dibandingkan dengan penduduk non Muslim.

Selama ini, masyarakat sudah banyak yang mengetahui jika ada 3 negara dengan penduduk Muslim terbanyak di dunia, yakni Indonesia, Pakistan, dan Bangladesh. Namun, tahukah Anda jika ada 2 negara dengan penduduk yang seluruhnya Muslim atau negara 100 persen Islam? Negara tersebut adalah Maladewa dan Mauritania.

Maladewa, adalah sebuah negara kecil yang berada di kawasan Asia Selatan. Negara ini dikenal dengan potensi pariwisatanya yang sangat bagus. Tak jarang, Maladewa menjadi destinasi wisata bagi para wisatawan seluruh dunia.

Mengutip tulisan bertajuk ‘Profil Maladewa dan Dinamika Pariwisata Maladewa’, lini pariwisata di Maladewa bisa berkontribusi positif hingga mendanai pembangunan. Namun demikian, negara itu sebenarnya kurang terkenal dalam hubungan politik dengan dunia luar.

Maladewa dikenal sebagai sebuah negara yang memiliki banyak etnis. Sebagian besar, penduduknya beretnis Divehi. Selain itu, ada beberapa etnis lain seperti Dravida, Sinhale dan Aran. Sebagian kecil warga Maladewa merupakan bangsa Afrika. Seluruh penduduk Maladewa memeluk agama Islam.

Eksistensi Islam di Maladewa sudah dimulai sekitar 800 tahun lalu, tepatnya pada tahun 1150. Berbagai ahli menyebut, Islam pertama kali dibawa masuk ke Maladewa oleh pedagang asal Gujarat dan Persia. Pedagang-pedagang itu memang merupakan Muslim. Kurang lebih 30 tahun setelahnya, Islam juga dibawa oleh tokoh agama. Sehingga, penyebarannya tersebar secara masif.

Tokoh Muslim menyebarkan ajaran Islam melalui ajaran damai dan akulturasi dengan kebudayaan lain di masa itu. Hingga saat ini, agama Islam masih menjadi kepercayaan bagi seluruh masyarakat Maladewa.

Selain Maladewa, Mauritania juga memiliki penduduk yang seluruhnya beragama Islam. Negara itu memiliki nama resmi Republik Islam Mauritania. Nama itu digunakan Mauritania sejak memperoleh kemerdekaan di tahun 1960.

Terletak di bagian barat benua Afrika, Mauritania menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa resmi mereka. Awalnya, Islam masuk ke Afrika Barat termasuk Mauritania pada abad ke-8 melalui pedagang dan mengrajin muslim. Penyebaran Islam berlangsung sangat luas dan cepat. Setelah itu, ada pula kelompok tarekat sufi yang memasuki Mauritania. Hingga kini, tarekat sufi terus berkembang di negara itu. [yy/sindonews]