14 Rabiul-Awal 1443  |  Kamis 21 Oktober 2021

basmalah.png

Guru AS Lepas Paksa Jilbab Siswanya

Guru AS Lepas Paksa Jilbab Siswanya

Fiqhislam.com - Distrik Sekolah Orange-Maplewood Selatan sedang menyelidiki klaim guru di Sekolah Dasar Seth Boyden di Maplewood, Amerika Serikat yang melepaskan jilbab siswa kelas dua. Pernyataan itu muncul setelah unggahan Instagram dari Peraih Medali Perunggu Olimpiade Bidang Anggar tahun 2016 dan Atlet Olimpiade Muslim Amerika Ibtihaj Muhammad.

Dalam unggahannya, Muhammad yang merupakan warga asli Maplewood mengatakan guru tersebut melepas paksa jilbab siswanya di kelas. “Siswa itu melawan dengan memegang jilbabnya tetapi gurunya melepaskan jilbabnya dan memperlihatkan rambutnya ke kelas,” kata Muhammad, dilansir USA Today, Sabtu (9/10).

Muhammad menyebut insiden itu sebagai pelecehan dan mendesak masyarakat untuk menelepon distrik dan mengecam insiden tersebut. Melindungi gadis Muslim berjilbab sama seperti melindungi hak masyarakat untuk memiliki pilihan dalam cara berpakaian.

Sejauh ini unggahan tersebut mendapat lebih dari 50 ribu suka dan lebih dari 2.000 komentar. Dalam pernyataannya, distrik sekolah mengatakan sedang menyelidiki masalah ini setelah menerima banyak unggahan di media sosial.

“Hari ini, kami diberitahu tentang tuduhan diskriminasi dan segera memulai penyelidikan. Distrik akan menangani masalah diskriminasi dengan sangat serius,” kata mereka dalam sebuah pernyataan.

Sementara itu, Dewan Hubungan Amerika-Islam cabang New Jersey (CAIR-NJ) menyerukan pemecatan guru itu dalam siaran pers pada Jumat. “Membuka jilbab secara paksa dari seorang gadis Muslim bukan hanya perilaku tidak sopan tetapi pengalaman yang memalukan dan traumatis,” kata Direktur Eksekutif CAIR-NJ Salaedin Maksut dalam sebuah pernyataan.

Pernyataan distrik sekolah mengatakan guru yang terlibat akan diberikan proses hukum dan media sosial bukanlah forum yang dapat diandalkan untuk proses hukum.

“Kami tetap berkomitmen untuk keragaman, kesetaraan dan inklusi di seluruh sekolah kami termasuk memberikan pelatihan anti-bias dan anti-rasisme untuk semua pendidik di distrik secara teratur,” tambah mereka. [yy/ihram]