14 Rabiul-Awal 1443  |  Kamis 21 Oktober 2021

basmalah.png

Muslim AS Gugat Polisi Atas Tuduhan Palsu

Muslim AS Gugat Polisi Atas Tuduhan Palsu

Fiqhislam.com - Tiga pria Muslim menggugat polisi Detroit, Amerika Serikat yang dinilai telah menangkap mereka pada tahun lalu dengan tuduhan palsu dan bias terhadap identitas agama. Menurut gugatan yang diajukan pada Rabu di Pengadilan Distrik AS, pada 26 September 2020, polisi menanggapi laporan yang berasal dari kediaman Khalil Muhammad.

Muhammad menelepon 911 untuk melaporkan wanita yang baru ia kenal telah menyerang dia dan teman-temannya dengan palu dan menghancurkan harta bendanya. Staf Pengacara Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) cabang Michigan Amy Doukoure mengatakan wanita tersebut mengalami masalah pribadi dan membutuhkan tempat tinggal setelah keluar dari rumah sakit.

Saat polisi tiba di tempat kejadian di Greenlawn, wanita itu menyebut Muhammad dan teman-temannya Muslim. Menurut rekaman body cam, wanita itu menuduh mereka yang menyerangnya. Saat menjelaskan kejadian, salah seorang polisi yang terekam mengatakan “Muslim banyak berbohong.”

Selain itu, dia juga membuat beberapa komentar Islamofobia secara eksplisit termasuk mengatakan Muslim mengendalikan terutama terhadap wanita. “Meskipun Muhammad sudah mengatakan yang sebenarnya, polisi tidak melakukan penyelidikan. Polisi cenderung mengabaikan laporan itu padahal salah seorang teman Muhammad tampak berlumuran darah,” kata Doukoure, dilansir The Detroit News, Sabtu (2/10).

Sementara polisi lain mengaku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dan mengatakan akan menangkap mereka dan biarkan jaksa yang menyelesaikan semuanya. “Ketiga pria itu menghabiskan hampir tiga hari di Pusat Penahanan Detroit sebelum dibebaskan tanpa dakwaan,” ujar dia.

Menanggapi laporan Muhammad atas tuduhan palsu dan bias, Departemen Kepolisian Detorit angkat bicara. “Pemberitahuan media tentang gugatan itu adalah pemberitahuan pertama dari dugaan pelanggaran. Ini memicu penyelidikan yang akan diperiksa secara menyeluruh oleh Urusan Dalam Negeri. Nantinya akan melakukan penyelidikan menyeluruh,” kata mereka. [yy/ihram]