23 Rabiul-Akhir 1443  |  Minggu 28 Nopember 2021

basmalah.png

Penerbit India Minta Maaf Soal Buku Islamofobia

Penerbit India Minta Maaf Soal Buku Islamofobia

Fiqhislam.com - Setelah mendapat kecaman keras karena menyelipkan citra teroris yang memegang senjata dan Alquran, penerbit buku pelajaran India VGS merilis surat permintaan maaf. Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi Telangana telah mengklarifikasi materi gambar itu bukan berasal dari buku ajar yang telah ditetapkan oleh mereka.

Direktur Pendidikan Sekolah Telangana Syed Omer Jaleel mengatakan sesuai instruksi sekretariat, Telangana telah memeriksa masalah tersebut. Setelah pemeriksaan, ditemukan gambar yang dikutip bukan dari pemerintah negara bagian yang ditentukan untuk buku pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kelas 8.

Jaleel menjelaskan gambar yang beredar di media sosial sebenarnya berasal dari penerbit buku swasta, VGS. Dia menyampaikan foto yang tidak pantas itu bukan dari publikasi pemerintah dan juga meminta pemerintah mengambil tindakan terhadap penerbit sesuai undang-undang yang berlaku.

Dilansir The Siasat Daily, Selasa (28/9), gambar tersebut merupakan bagian dari rangkaian gambar lain yang hadir dalam bab berjudul Gerakan Nasional – Tahap Terakhir 1919-1947. Sementara gambar yang tersisa menggambarkan pejuang kemerdekaan India seperti Gandhi dan Nehru melawan kekuasaan kerajaan Inggris.

Citra teroris tidak hanya tidak cocok dengan bab ini tetapi dengan liciknya menyatukan Islam dan terorisme sebagai satu kesatuan. Ini diperparah oleh fakta bagian depan bahan pelajaran bertuliskan disiapkan sesuai dengan buku teks yang direvisi pemerintah.

Materi studi tersebut telah diterbitkan oleh penerbit VGS berdasarkan rekomendasi yang diberikan oleh pemerintah negara bagian. Penerbit tersebut merilis permintaan maaf publik pada Ahad lalu dan mengatakan tindakan itu tidak disengaja.

Dalam surat permintaan maaf publikasi tersebut menyatakan mereka telah memutuskan menghapus gambar dan mencetak ulang buku-buku tersebut. “Kami juga sedang dalam proses mengumpulkan kembali salinan yang tidak terjual dari pasar untuk menghindari ketidaknyamanan kepada siapa pun,” kata penerbit VGS. [yy/republika]