10 Safar 1443  |  Sabtu 18 September 2021

basmalah.png

5 Alasan China Mesra dengan Taliban

5 Alasan China Mesra dengan Taliban

Fiqhislam.com - Sejak Taliban kembali berkuasa di Afghanistan, China termasuk negara yang terang-terangan menyatakan dukungannya. Dalam berbagai kesempatan, China siap menjalin hubungan dengan Taliban.

Berikut 5 alasan China mendukung kekuasaan Taliban di Afghanistan:

1. China Minta Bantuan Taliban Melawan Ekstrimis Uighur

Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, bertemu dengan perwakilan Taliban pada Rabu lalu di Tianjin. Wang minta dibantu melawan kelompok ekstremis Uighur di Xinjiang, East Turkestan Islamic Movement (ETIM).

Dilansir Reuters, Wang mengatakan ia berharap Taliban membantu melawan ETIM yang merupakan ancaman langsung terhadap keamanan nasional China.

Kelompok yang bertekad menjadikan Xinjiang sebagai negara Islam itu dianggap teroris oleh PBB, Uni Eropa, dan beberapa negara lain secara khusus, seperti Malaysia, Pakistan, Rusia, Turki, Inggris, dan Uni Emirat Arab.

2. China Punya Perusahaan Tambang di Afghanistan

Tiga tahun lalu, Cina berhasil menggaet lisensi untuk mengelola tambang tembaga di Aynak, di kawasan selatan Kabul. Produksi di tambang tembaga terbesar dunia ini dimulai sejak 2014.

Presiden Afghanistan saat itu, Hamid Karzai memuji China karena negara pertama yang bersedia menanam modal di sektor pertambangan Afghanistan.

Perjanjian dengan Afghanistan ini memberi Cina hak untuk menambang minyak di provinsi Sar-i-Pul dan Fariab, kawasan tempat militer Jerman bertugas saat itu. Di sana diperkirakan, ada sumber minyak bumi sebanyak 87 juta barel, jumlah yang kecil bila dibandingkan kebutuhan minyak dunia.

3. Afghanistan Kaya Mineral

Meski termasuk salah satu negara termiskin di dunia, Afghanistan disebut memiliki banyak kandungan mineral. Pada 2010, pejabat militer dan ahli geologi AS mengungkapkan bahwa Afghanistan memiliki cadangan mineral hampir US$ 1 triliun atau sekitar Rp 14 ribu triliun.

Pasokan mineral seperti besi, tembaga dan kobalt dan emas tersebar di seluruh provinsi. Tanah Afghanistan juga disebut kaya akan lithium.

4. Taliban Minta China Membangun Kembali Afghanistan

Taliban meminta China berkontribusi pada pembangunan kembali Afghanistan. Sebabnya, menurut juru bicara Taliban Suhail Shaheen, China berperan penting dalam mempromosikan perdamaian dan rekonsiliasi di Afghanistan.

5. China Berambisi Menguasai Jalur OBOR

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Muhammad Zulfikar Rahmat, melihat strategi Cina mendekati Afghanistan berkaitan dengan ambisi negara tersebut mewujudkan jalur dagang one belt one road atau OBOR. Cina ingin membangun jalur OBOR melintasi Afghanistan via Asia Tengah, Eropa Timur, dan Eropa Barat. [yy/tempo]