15 Safar 1443  |  Kamis 23 September 2021

basmalah.png

Wali Kota Newcastle Marah Masjidnya Diserang Kembang Api

Wali Kota Newcastle Marah Masjidnya Diserang Kembang Api

Fiqhislam.com - Wali Kota Newcastle, Inggris Habib Rahman mengatakan dia sangat marah setelah masjidnya diserang oleh para pemuda yang meneriakkan kalimat pelecehan rasialis sembari melemparkan kembang api.

Habib Rahman mengatakan jamaah hampir terkena kembang api tersebut. Masjid itu menjadi sasaran delapan remaja pada Sabtu malam (4/9) lalu. Insiden tersebut sedang diselidiki oleh Kepolisian Northumbria.

Rahman sendiri merupakan wali kota etnis minoritas, hitam dan Asia (BAME) pertama di kota Newcastle. Rahman pindah ke Inggris dari Bangladesh saat usianya 12 tahun.

Ia diangkat sebagai wali kota Newcastle pada Mei 2021. Ayahnya terbunuh dalam serangan rasialis di Newcastle pada 1977.

"Itu adalah situasi yang mengerikan, itu benar-benar memuakkan. Saya khawatir dan itu membuat saya sangat marah," kata Rahman, dilansir di BBC, Selasa (7/9).

Rahman mengatakan dia mendengar desis roket yang dinyalakan dan melihatnya ditujukan langsung ke orang-orang yang memasuki masjid tersebut. Layanan Pelaporan Demokrasi Lokal menyebutkan satu tembakan kembang api itu nyaris mengenai seorang pria tua.

Menurut Rahman, para pemuda itu kemudian melarikan diri dan meneriakkan pelecehan rasialis kepadanya sembari menyebutkan kata-kata "kembali ke tempat asalmu". Setelah menghubungi polisi, dia kemudian mendengar lebih banyak kembang api dilepaskan saat dia berada di dalam masjid untuk sholat. Ia kemudian menghadapi kelompok itu saat dia meninggalkan masjid.

Ketika itulah, Rahman kemudian menjadi sasaran lebih banyak penghinaan dan panah api yang diarahkan langsung kepadanya. Sementara, beberapa proyektil lainnya juga ditembakkan ke arah jamaah dan masjid itu sendiri.

"Dari mana anak-anak ini memiliki pemikiran rasialis dan fanatik ini? Orang-orang Muslim telah tinggal di daerah ini jauh sebelum anak-anak ini lahir," ujarnya.

Rahman mengatakan, orang-orang Muslim telah dan terus berkontribusi dalam banyak hal untuk membuat daerah di Inggris tersebut lebih baik bagi semua kalangan. "Ketika saya pulang, saya memberi tahu putra-putra saya jika mereka berperilaku seperti itu, saya akan menolak mereka," tambahnya.

Inspektur Andrew Stephenson dari Kepolisian Northumbria mengatakan perilaku seperti itu benar-benar tidak dapat diterima dan tidak akan ditoleransi. "Mereka tidak hanya merusak properti, tetapi juga dapat melukai seseorang secara serius," katanya. [yy/republika]