15 Safar 1443  |  Kamis 23 September 2021

basmalah.png

Organisasi Kanada Keluarkan Rekomendasi Atasi Islamofobia

Organisasi Kanada Keluarkan Rekomendasi Atasi Islamofobia

Fiqhislam.com - Gelaran KTT Nasional Kanada untuk memerangi Islamofobia pada Juli lalu menandakan keseriusan negara tersebut untuk mengatasi masalah ini. Semua upaya itu bertujuan menghentikan berbagai peristiwa berdarah akibat kebencian kepada Muslim.

Dewan Nasional Muslim Kanada (NCCM), sebuah organisasi nirlaba dan kelompok advokasi, menuntut tindakan dari semua tingkat pemerintahan. Beragam peristiwa penyerangan kepada Muslim disebut menunjukkan perlunya tindakan lebih serius untuk menangani ini.

"Kita tidak bisa berdiam diri dan melihat lebih banyak nyawa hilang. Islamofobia mematikan dan kita perlu melihat tindakan sekarang," bunyi dokumen yang diterbitkan oleh kelompok itu dilansir dari CBC, Sabtu (4/9).

Organisasi nasional tersebut mengeluarkan 61 rekomendasi yang tujuh di antaranya ditujukan kepada pemerintah kotamadya. Rekomendasi itu antara lain, memperkuat peraturan tentang pelecehan di jalanan, menyediakan dana untuk inisiatif anti-Islamofobia dan kampanye pendidikan publik, merayakan sejarah Muslim Kanada lokal, mengalihkan pendanaan dari layanan kepolisian ke langkah-langkah alternatif, mengembangkan model pelatihan bagi pemimpin muda Muslim dan membangun dewan penasehat anti-Islamofobia.

Menanggapi ini, sebuah pernyataan tertulis menunjuk komite penasihat anti-rasialisme kota yang bertugas mengembangkan rencana untuk memerangi rasialisme di kota. Selain itu, memberikan saran kepada dewan kota dan administrasi.

"Komite [anti-rasialisme] belum bertemu selama musim panas untuk pertemuan reguler. Namun, komite bermaksud mengeksplorasi ini lebih lanjut ketika pertemuan reguler dilanjutkan pada musim gugur," kata juru bicara kota Jodi Wright dalam pernyataannya.

Pernyataan itu juga mengatakan beberapa pekerjaan yang sedang berlangsung saat ini sejalan dengan rekomendasi. Ini menunjuk pada Program Pelaporan Insiden, sebuah inisiatif yang pertama kali diujicobakan pada 2017 yang memungkinkan anggota masyarakat untuk melaporkan jika mereka telah menyaksikan atau mengalami rasialisme.

Adapun Ketua komite penasihat anti-rasialisme, Jason Veltri mengatakan pada 2020 hanya 56 kasus yang diselesaikan di sepanjang 2019, jumlah yang tidak mewakili insiden rasialisme di Thunder Bay, dan mengatakan cara tersebut perlu memperbaiki. Pada Jumat, City of Thunder Bay mengirimkan rilis berita tentang peluncuran kampanye kesadaran untuk program tersebut.

Walid Chahal adalah ketua bersama Diversity Thunder Bay dan anggota komunitas Muslim. Dia telah tinggal di kota Ontario barat laut sejak 1970-an, dan merupakan anggota dari beberapa dewan dan komite yang berfokus pada multikulturalisme.

Menurutnya, dewan kota dengan cepat mendukung pernyataan dari komite anti-rasialisme dan organisasi Diversity Thunder Bay yang mengutuk rasialisme dan tindakan kekerasan setelah serangan Juni di London. "Dewan kota telah menerima apa yang kami usulkan dari mereka untuk dilakukan, dan terkadang mereka proaktif, tetapi kami ingin melihat lebih banyak proaktif itu dan lebih banyak keterlibatan dalam menghasilkan kebijakan yang tepat," katanya.

Sementara Imam masjid di Thunder Bay, Hikma Sherzad juga menyebutkan beberapa contoh pekerjaan untuk memperbaiki kondisi ini. Hal itu termasuk pertukaran antaragama, lokakarya tentang identitas Muslim dan keyakinan Islam di tempat kerja dan sekolah, serta menjadii tuan rumah acara amal, dan open house di masjid untuk menyambut anggota masyarakat ke dalam ruang, dan menciptakan beasiswa untuk siswa.

"Pendekatan Islam untuk menjadi bagian dari komunitas mana pun adalah sebagaimana tradisi Nabi SAW 'yang terbaik dari Anda adalah mereka yang terbaik untuk orang-orang'. Umat Islam mencoba yang terbaik untuk bertindak dengan menjadi bermanfaat bagi masyarakat," kata Sherzad.

Dia menekankan kerja komunitas ini bukan upaya hubungan masyarakat, tetapi juga upaya mengatasi Islamofobia. "Jika Islamofobia adalah ketakutan akan hal yang tidak diketahui maka mengetahui tentang itu akan menjelaskan apa itu Islam atau beberapa kesalahpahaman yang mungkin menyertainya," jelasnya.

"Banyak orang yang mungkin menunjukkan atau memiliki kecenderungan Islamofobia, komentar, tindakan, dan sebagainya, seringkali mereka tidak menghabiskan banyak waktu dengan Muslim,” ujarnya. [yy/republika]