9 Safar 1443  |  Jumat 17 September 2021

basmalah.png

Justin Trudeau: Islamofobia tidak Memiliki Tempat di Kanada

Justin Trudeau: Islamofobia tidak Memiliki Tempat di Kanada

Fiqhislam.com - Beberapa pemimpin politik Kanada menyuarakan keprihatinan dan kegeraman mereka atas aksi vandalisme yang terjadi di sebuah masjid di Scarborough.

Baitul Jannah Islamic Center membagikan foto yang menggambarkan kerusakan sehari setelah setelah aksi pembobolan dan pencurian yang mengakibatkan raibnya kotak amal dan kamera CCTV masjid, juga kerusakan pada barang-barang lainnya.

Rizuan Rahman, salah satu pengurus Baitul Jannah Islamic Center, mengatakan, kejadian ini mungkin menjadi serangan vandalisme yang ke-10 kalinya dalam beberapa tahun terakhir yang menargetkan masjid.

“Ini adalah tempat di mana orang-orang yang damai, penuh kasih, pekerja keras dari komunitas kami datang untuk berdoa dan menemukan pelipur lara,” tulis Rahman di Facebook yang dikutip di DH News, Selasa (24/8).

“Jika tempat seperti ini saja dirusak, meski berada di jantung Scarborough yang merupakan salah satu daerah paling beragam di negara ini, ini sangat memilukan,” sambungnya.

Perdana Menteri Justin Trudeau juga menyuarakan ketidaksukaannya pada tindakan vandalisme di Baitul Jannah. Melalui cuitannya, dia mengaku sangat terganggu dengan kejadian tersebut dan menegaskan bahwa Islamofobia tidak memiliki tempat di Kanada.

“Islamofobia tidak memiliki tempat di Kanada, dan kami akan terus mengambil tindakan untuk membuat komunitas kami merasa aman,” katanya.

Walikota John Tory juga menyuarakan dukungannya untuk masjid, menambahkan dia berharap para tersangka dapat segera ditangkap dan dibawa ke pengadilan.

“Saya sangat marah tentang vandalisme terbaru di Baitul Jannah Islamic Center di Kingston Road di Scarborough. Perilaku Islamofobia semacam ini tidak memiliki tempat di Toronto. Tolong bantu polisi membawa mereka yang bertanggung jawab ke pengadilan,” cuitnya.

Dia meminta siapapun yang memiliki informasi atau melihat kejadian naas yang menimpa Baitul Jannah Islamic Center untuk segera melapor ke polisi. “Ada bukti, dari apa yang Anda lihat, bahwa orang-orang yang melakukan ini mungkin mencoba mencuri sesuatu. Tetapi mereka juga terlihat seperti mencoba mengirim pesan tertentu,” kata Tory kepada wartawan di luar masjid setelah dia berkunjung ke sana Senin (23/8) malam.

“Dan itu jelas bukan pesan persahabatan dan solidaritas,” sambungnya.

Polisi menduga, seseorang masuk ke masjid pada Sabtu (21/8) malam atau Ahad (22/8) dini hari lalu mencuri beberapa barang di masjid, termasuk kotak amal dan alat perekaman video digital. Penyelidik mengatakan tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa apa yang terjadi bermotivasi kebencian, tetapi unit kejahatan kebencian telah dikoordinasikan untuk berjaga-jaga.

Tory menekankan bahwa polisi masih menyelidiki, dan harus berhati-hati dengan apa yang mereka katakan. Polisi mengatakan mereka mengetahui insiden sebelumnya di lokasi yang sama, pada Maret, April dan Juni 2019. Saat itu seorang individu didakwa sehubungan dengan kasus pembobolan. Namun polisi mengatakan terlalu dini untuk mengatakan itu terkait dengan laporan pencurian terbaru. [yy/republika]