15 Safar 1443  |  Kamis 23 September 2021

basmalah.png

Yayasan dari UEA Sumbang Rp 144 Miliar Bangun Masjid Christchurch

Yayasan dari UEA Sumbang Rp 144 Miliar Bangun Masjid Christchurch

Fiqhislam.com - Sebuah yayasan dari Uni Emirat Arab (UEA) telah menyumbang lebih dari Rp 144 miliar untuk membangun kembali masjid Linwood, salah satu dari dua masjid yang terkena serangan teroris di Christchurch. Bantuan ini juga menandai peringatan 51 orang yang tewas dalam insiden keji itu.

Dilansir dari About Islam, sumbangan dermawan itu diberikan oleh Zayed Charitable and Humanitarian Foundation, sebuah badan amal yang didirikan oleh mendiang Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan. Ini juga disebut sebagai adalah gerakan untuk komunitas yang memang membutuhkan kata juru bicara yayasan Taoufik El Idrissi.

"Ini adalah suara harapan proyek ini, untuk para korban, serta komunitas Muslim dan komunitas Selandia Baru pada umumnya," ungkapnya.

Proyek ini akan mencakup masjid baru seluas 325 meter persegi di sebelah gedung pusat "toleransi" yang mempromosikan perdamaian dan persatuan. Pusat tersebut akan mencakup kantor, ruang kuliah, ruang serbaguna, dua apartemen, dan tiga ruang ritel yang akan menawarkan pusat pendapatan.

Nama-nama mereka yang tewas dalam serangan 15 Maret rencananya akan tertulis di kaca 51 jendela jika komunitas korban memberikan persetujuan. Insinyur Australia Dr. Hasan Alijagic mengatakan bahwa dia menyumbangkan keahliannya untuk mendesain bangunan tersebut.

“Jika itu untuk Christchurch, itu akan menjadi suatu kehormatan bagi saya untuk melakukannya,"katanya.

Sebagai juru bicara Whānau Trust 15 Maret, Rashid Bin Omar mengatakan mereka menyambut baik inisiatif yayasan untuk membangun kembali masjid.

“Kami cukup senang dengan usulan pembangunan masjid di sana. Konsepnya saya sangat suka, tapi kami belum melihat apa yang ingin mereka lakukan," tuturnya.

Dua tahun telah berlalu sejak pembantaian mengerikan terhadap 51 Muslim di Christchurch Selandia Baru yang mengguncang dunia. Christchurch adalah kota terbesar di Pulau Selatan Selandia Baru dan pusat Wilayah Canterbury. Daerah ini juga merupakan rumah bagi 404.500 penduduk, menjadikannya kota terpadat ke-3 di Selandia Baru setelah Auckland dan Wellington. [yy/ihram]