19 Safar 1443  |  Senin 27 September 2021

basmalah.png

Terjadi Lagi, Dua Muslimah di Kanada Diserang

Terjadi Lagi, Dua Muslimah di Kanada Diserang

Fiqhislam.com - Seorang pria berusia 40 tahun ditangkap oleh polisi Hamilton, Ontario, Kanada, Selasa (13/7) dalam kasus yang diduga sebagai kejahatan rasial. Penangkapan ini dilakukan setelah pria itu menyerang seorang ibu Muslim dan putrinya dengan ujaran kebencian dan ancaman pembunuhan.

Dilansir di CBC News, polisi mengatakan seorang ibu (62 tahun) dan putrinya (26 tahun) sedang berjalan melalui tempat parkir di daerah Ancaster Meadowlands sekitar pukul 21.30 waktu setempat, Senin (12/7). Namun, seketika ada sebuah kendaraan keluar dari tempat parkir dan hampir menabrak salah satu dari mereka.

Polisi mengatakan pengemudi mobil itu lalu mengucapkan kalimat ancaman terhadap korban sambil menggunakan cercaan yang menargetkan komunitas Muslim. Ibu dan anak itu berlari ke seberang jalan dan bersembunyi di balik semak-semak. Namun, pria itu mencari mereka dan mengatakan ancaman pembunuhan jika keduanya ditemukan.

Namun, salah satu wanita kemudian berlari berteriak minta tolong, lalu orang-orang di dekatnya turun tangan dan pria itu pun pergi. Juru bicara polisi Indy Bharaj mengatakan layanan tersebut bekerja dengan ibu dan anak perempuannya untuk segera menyelesaikan kasus.

Dewan Nasional Muslim Kanada (NCCM) mengatakan dalam sebuah pernyataan kepada CBC News bahwa mereka sangat sedih dengan insiden tersebut. Menurut mereka, insiden itu karena para wanita itu mengenakan jilbab. NCCM juga membagikan pernyataan dari keluarga yang mereka terima dari polisi dan mengatakan keluarga menginginkan privasi saat ini.

"Kami terguncang tetapi tetap kuat setelah serangan terhadap keluarga kami. Mari kita perjelas, individu ini berusaha meneror keluarga kami. Mengingat serangan London beberapa waktu lalu, ini sangat menakutkan bagi keluarga kami. Cukup sudah. ​​Pemerintah harus berkomitmen mengambil tindakan yang lebih kuat. Keluarga kami bisa terluka parah dan kami tidak bisa membiarkan hal ini terus terjadi," bunyi pernyataan itu.

Pria tersebut saat ini menghadapi beberapa tuduhan, yakni penyerangan dengan senjata, pengoperasian kendaraan bermotor yang berbahaya, mengucapkan ancaman pembunuhan dan melanggar masa percobaan.

Juru bicara polisi Krista-Lee Ernst mengatakan tidak ada informasi lebih lanjut yang akan dirilis saat ini. Polisi masih menyelidiki kemungkinan adanya bukti video dari kamera pengawas di tempat parkir.

Institusi tersebut juga meminta para korban yang merasakan kejadian serupa tidak ragu menghubungi pihak berwajib. Pemerintah federal sebelumnya mengumumkan KTT darurat nasional tentang islamofobia akan diadakan pada 22 Juli mendatang. [yy/republika]