14 Dzulhijjah 1442  |  Sabtu 24 Juli 2021

basmalah.png

Ratusan Foto Muslimah India Dicuri dan Diunggah untuk Dilelang

Ratusan Foto Muslimah India Dicuri dan Diunggah untuk Dilelang

Fiqhislam.com - Pihak berwenang India tengah menyelidiki kelompok tak dikenal yang mengembangkan aplikasi daring bernama Sulli Deals karena telah mencuri data ratusan wanita Muslim untuk dilelang. Polisi di New Delhi mendaftarkan Laporan Informasi Pertama (FIR) terhadap pencipta Sulli Deals.

Aplikasi tersebut menampilkan gambar ratusan wanita Muslim pada Ahad lalu. Namun, setelah mendapat protes publik, kelompok itu segera menghapus aplikasi. Sulla atau Sulli adalah istilah menghina yang digunakan kelompok sayap kanan Hindu untuk menyebut Muslim India.

Salah seorang wanita yang terdaftar dalam aplikasi itu adalah jurnalis Fatima Khan. Khan melaporkan kerusuhan komunal Delhi menewaskan sebagian besar Muslim pada 2020.

“Bagaimana ini bisa diterima? Apa hukumannya? Pria Muslim digantung, wanita Muslim dilecehkan dan dijual secara daring. Kapan ini akan berakhir?” kata Khan dalam cicitannya @khanthefatima.

Diketahui, aplikasi tersebut dibuat oleh pengembang perangkat lunak GitHub. Chief Operating Officer GitHub Erica Brescia menyebut aplikasi Sulli Deals telah dihapus.

Penyelidikan dimulai setelah Komisi Wanita Delhi melaporkan masalah ini ke polisi. Polisi diminta memberikan tanggapan mereka pada 12 Juli nanti.

Serangan keji terhadap wanita Muslim

Dikutip TRT World, Jumat (9/7), Asosiasi The Editors Guild of India menyuarakan keprihatinannya atas serangan terhadap wanita Muslim. “Serangan keji ini merupakan gejala dari kebencian terhadap wanita yang mendasari di beberapa bagian masyarakat, terutama terhadap wanita Muslim dan mereka yang telah mengkritik pemerintah saat ini,” kata asosiasi tersebut.

Mereka menyerukan lembaga penegak hukum dan Komisi Nasional Perempuan India menangani masalah ini dan menghukum para pelaku. “Kami juga mendesak media digital dan platform media sosial mengambil langkah-langkah yang tepat dan segera mengurangi tindakan semacam itu,” tambahnya.

'Puaskan nafsumu'

Sebelumnya, pelelangan juga terjadi pada Mei lalu. Foto dan video wanita Muslim dicuri dari akun media sosial mereka oleh kelompok sayap kanan India untuk pelelangan di Twitter dan Youtube. Bahkan, data mereka disiarkan langsung di Youtube dengan deskripsi “Puaskan nafsumu dengan matamu.”

“Twitter masih belum cukup melindungi perempuan dari kekerasan dan pelecehan daring meskipun telah berulang kali berjanji melakukannya,” kata Amnesty International pada 2020.

India adalah negara yang mayoritas penduduknya beragama Hindu. Muslim hanya membentuk sekitar 14 persen dari lebih 1,3 miliar orang.

Tradisi keragaman dan sekularisme India telah diserang sejak Partai Bharatiya Janata memenangkan kekuasaan pada 2014 dan 2019. Para kritikus menuduh partai memimpin intoleransi agama dan kekerasan. Namun, tudingan itu dibantah oleh partai. [yy/republika]