14 Dzulhijjah 1442  |  Sabtu 24 Juli 2021

basmalah.png

Ontario Tawarkan Pendanaan untuk Perangi Islamofobia

Ontario Tawarkan Pendanaan untuk Perangi Islamofobia

Fiqhislam.com - Pemerintah provinsi Ontario di Kanada telah mengumumkan pendanaan untuk program pendidikan dalam rangka membantu memerangi Islamofobia di provinsi tersebut. Pada Selasa (29/6) lalu, Menteri Pendidikan Stephen Lecce mengumumkan provinsi Ontario bekerja sama dengan mitra masyarakat untuk membayar inisiatif yang mendukung siswa dan keluarga Muslim, termasuk pelatihan bagi para guru, dukungan untuk siswa, dan sumber daya digital untuk orang tua.

Keputusan Ontario ini datang ketika Kanada bergulat dengan kejahatan kebencian. Insiden terakhir dari kejahatan kebencian ini terjadi Juni lalu terhadap keluarga Muslim di London, Ontario. Sebanyak empat orang tewas dan seorang anak laki-laki berusia sembilan tahun mengalami luka serius setelah sebuah truk angkut melompati trotoar dan menabrak mereka ketika tengah jalan-jalan sore.

"Serangan ini adalah pengingat yang masih ada bahwa Ontario harus bekerja dalam memerangi semua bentuk rasisme," kata Lecce, dilansir di laman About Islam, Kamis (1/7).

Lecce mengatakan, tujuan pemerintah adalah membuat sekolah lebih inklusif dan aman. Di Kanada, kejahatan rasial telah meningkat, dan pada 2019 Kanada menyaksikan peningkatan 9 persen dalam kebencian anti-Muslim dibandingkan tahun sebelumnya.

"Ini tidak bisa diterima dan harus dihentikan. Ada terlalu banyak cerita tentang siswa di sekolah kami yang menjadi sasaran karena keyakinan mereka," ujarnya.

Lecce mengatakan, senilai 225.000 dolar akan diberikan kepada Asosiasi Muslim Kanada untuk menciptakan sumber daya digital bagi para pendidik, siswa dan orang tua guna meningkatkan kesadaran tentang Islamofobia.

Selain itu, dana senilai 75.000 dolar akan diberikan kepada Dewan Nasional Muslim Kanada untuk membantu pendatang baru Muslim menyelami negara baru mereka dan untuk membantu siswa baru mempersiapkan sekolah di musim gugur.

Keputusan ini disambut baik oleh kelompok Muslim sebagai langkah tepat untuk mendidik dan meningkatkan kesadaran siswa dan orang tua. Manajer program pendidikan di Dewan Nasional Muslim Kanada, Aasiyah Khan, mengatakan bahwa keputusan pemerintah provinsi Ontario itu adalah langkah pertama yang penting karena mereka menyadari bahwa tindakan dan komitmen sistemik diperlukan untuk mendukung keselamatan dan kesejahteraan staf, siswa, dan keluarga.

"Ada banyak pekerjaan yang perlu dilakukan untuk mengamankan masa depan di provinsi ini di mana kaum muda Muslim tidak merasa harus menyembunyikan bagian dari identitas Muslim mereka untuk merasa diterima, disertakan dan aman," kata Khan kepada The Globe And Mail.

Asosiasi Muslim Kanada mengatakan sumber daya digital yang dibuatnya akan memberikan informasi kepada siswa dan pendidik tentang praktik Islam, nilai-nilai dan kesalahpahaman tentang Islam. Direktur eksekutif Asosiasi Muslim Kanada, Sharaf Sharafeldin, mengatakan Serangan teror mengerikan di London yang membuat mahasiswa Muslim di seluruh provinsi merasa rentan telah membuat inisiatif penting ini menjadi lebih mendesak.

Dia mengatakan, Islamofobia telah terbukti mengisolasi pemuda Muslim yang tumbuh memelas dan takut untuk mengekspresikan keimanan Muslim mereka.

"Untuk guru, ada kurangnya kesadaran tentang Islam dan Muslim di antara rekan-rekan mereka dan kurangnya representasi Muslim dalam mengajar dan dalam kurikulum," katanya.

Hal ini bukan langkah pertama oleh sebuah provinsi Kanada untuk memerangi Islamofobia. Awal bulan ini, perdana menteri Alberta menawarkan hibah untuk membayar peningkatan keamanan bagi organisasi Muslim yang takut akan meningkatnya kejahatan rasial. Pemerintah provinsi Alberta menyerukan lebih banyak upaya untuk memerangi rasisme. [yy/ihram]