27 Dzulhijjah 1442  |  Jumat 06 Agustus 2021

basmalah.png

Lukisan Swastika di Dinding Masjid Edmonton

Lukisan Swastika di Dinding Masjid Edmonton

Fiqhislam.com - Sebuah simbol swastika ditemukan di dinding Masjid Baitul Hadi di lingkungan Ottewell, di 98th Avenue dekat 71st Street. Aksi vandalisme itu ditemukan hanya beberapa hari setelah serangan kekerasan yang menewaskan empat anggota keluarga Muslim di London, Ontario.

"Kami sangat terganggu dengan meningkatnya aksi kekerasan terhadap komunitas Muslim," kata Imam Masjid Baitul Hadi Nasir Butt dalam sebuah pernyataan, dilansir dari CBC, Kamis (17/6).

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Rabu, (16/6) Edmonton Police Service (EPS) mengatakan coretan swastika mungkin telah ditempatkan di masjid pada awal April. Kala itu, dua insiden serupa bernuansa kebencian dilaporkan lingkungan itu. Penyelidik menduga, hal ini dilakukan oleh tersangka yang sama.

"Anggota investigasi melakukan kontak dekat dengan masjid Baitul Hadi saat mereka melakukan penyelidikan," kata polisi dalam pernyataan yang dikirim melalui email.

Presiden Masjid, Humayun Ahmed, mengatakan, grafiti itu hanya terlihat dari gang belakang dan bisa dengan mudah dilewatkan, tetapi dilaporkan segera setelah ditemukan. Menurutnya, polisi segera menindak laporan itu, tetapi ia berharap unit kejahatan kebencian dapat dilibatkan untuk melakukan penyelidikan.

"Peristiwa ini sangat mengganggu dan membuat sedih kami," katanya dalam sebuah wawancara. "Kami percaya bahwa kejahatan kebencian berbasis agama semacam ini tidak memiliki tempat di Kanada," tegasnya.

Ahmed mengatakan kota dan polisi menawarkan layanan konseling bagi anggota masjid, serta pengamanan di gedung juga akan ditingkatkan. Selain itu, ujarnya, masjid juga akan melanjutkan upaya penjangkauan masyarakat dan pendidikan dalam upaya untuk membasmi kebencian dan menghilangkan kesalahpahaman tentang keyakinan Muslim.

"Ajaran Islam yang sebenarnya mempromosikan perdamaian dan persatuan di antara berbagai agama. Kami ingin melihat upaya untuk bersatu dalam menghadapi tragedi ini dan memberikan respons positif," katanya.

Vandalisme itu ditemukan beberapa hari setelah serangan kekerasan terhadap seorang wanita Muslim kulit hitam yang mengenakan jilbab di Edmonton utara. Setidaknya ada enam serangan bermotivasi kebencian terhadap wanita Muslim kulit hitam dan rasisme di Edmonton dalam beberapa bulan terakhir.

Perdana Menteri, Alberta Jason Kenney mengatakan, menyakitkan melihat masjid dirusak. "Saya telah mengunjungi masjid ini berkali-kali," kata Kenney di Twitter.

"Komunitas luar biasa yang terdiri dari orang-orang Kanada yang bangga yang terus-menerus memberi kembali kepada komunitas kami yang lebih luas. Saya berharap para perusak kebencian yang bertanggung jawab atas ini diidentifikasi dan menghadapi konsekuensi hukum penuh," ujar Jonson Kenney.

Dia menunjuk program hibah baru yang membantu mendanai langkah-langkah keamanan untuk mencegah kejahatan kebencian.

Safwan Choudhry, juru bicara dewan nasional Jemaat Muslim Ahmadiyah Kanada, mengatakan, vandalisme adalah mata hitam bagi Edmonton dan Alberta.

Menurut Choudhry, Muslim Kanada gelisah dengan meningkatnya insiden kekerasan terhadap anggota komunitas.

"Orang-orang di Edmonton sangat ketakutan. Kami mencoba untuk waspada semampu kami, dengan semua protokol keamanan yang dapat dipikirkan, tetapi insiden kebencian ini terus terjadi," katanya.

"Orang-orang yang bertekad memecah belah masyarakat dan menciptakan ketakutan satu sama lain tidak bisa menang," kata Choudhry. [yy/ihram]