15 Dzulhijjah 1442  |  Minggu 25 Juli 2021

basmalah.png

Polisi Israel Kawal Pemukim Yahudi Kunjungi Kompleks Al Aqsha di Yerusalem

Polisi Israel Kawal Pemukim Yahudi Kunjungi Kompleks Al Aqsha di Yerusalem

Fiqhislam.com - Polisi Israel mengawal sekitar 50 pemukim Yahudi ke kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem. Informasi itu diungkapkan otoritas Islam, Waqf, yang mengawasi tempat tersebut.

Kompleks Al Aqsa menjadi tempat saat para polisi Israel melancarkan serangan pada jamaah Muslim yang sedang beribadah di hari terakhir Ramadhan. Kekerasan itu memicu perang terbaru antara pejuang Gaza dan pasukan Israel.

“Polisi (Israel) membersihkan pemuda Palestina dari kompleks Masjid al-Aqsa dan melarang masuk Muslim di bawah usia 45 tahun. Muslim yang masuk diminta untuk meninggalkan ID mereka pada polisi di pintu masuk. Dikatakan tiga Muslim ditangkap, termasuk seorang penjaga,” ungkap pernyataan Waqf.

Juru bicara polisi Israel Micky Rosenfeld mengatakan tempat itu terbuka untuk "kunjungan rutin" dan polisi telah mengamankan daerah itu untuk mencegah "insiden," tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Polisi Israel sempat bentrok dengan jamaah Palestina setelah salat Jumat dalam ujian awal gencatan senjata, yang berlaku beberapa jam sebelumnya.

Waqf mengatakan pada Minggu bahwa itu adalah pertama kalinya orang Yahudi diizinkan mengunjungi kompleks Al Aqsa itu sejak 4 Mei, sepekan sebelum kekerasan meletus.

Masjid al-Aqsa adalah tempat tersuci ketiga bagi umat Islam. Masjid itu terletak di puncak bukit yang luas di Kota Tua Yerusalem yang dihormati orang-orang Yahudi sebagai situs tersuci mereka karena itu adalah lokasi kuil-kuil alkitabiah.

Situs ini sering menjadi tempat kekerasan Israel-Palestina dan merupakan episentrum intifada atau pemberontakan Palestina pada 2000.

Polisi Israel berulang kali bentrok dengan pengunjuk rasa Palestina pada hari-hari menjelang 10 Mei, ketika pemimpin Hamas di Gaza menembakkan roket jarak jauh ke Yerusalem.

Pengusiran yang mengancam puluhan keluarga Palestina dari lingkungan dekat Yerusalem disebut sebagai pemicu utama lain dari perang 11 hari, yang dihentikan melalui gencatan senjata pada Jumat.

Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak orang Yahudi religius dan nasionalis yang mengunjungi situs tersebut.

Warga Palestina takut Israel berencana mengambil alih kompleks atau beberapa bagian tempat itu.

Pemerintah Israel telah berulang kali mengatakan tidak berniat mengubah status quo, di mana Waqf mengawasi situs dalam pengawasan Yordania. [yy/sindonews]

 

Tags: Asha | Yerusalem | Israel | Yahudi