pustaka.png.orig
basmalah.png


12 Dzulqa'dah 1442  |  Selasa 22 Juni 2021

Palestina Minta Indonesia Turun Tangan, Israel Usir Paksa Warga di Sheikh Jarrah

Palestina Minta Indonesia Turun Tangan, Israel Usir Paksa Warga di Sheikh Jarrah

Fiqhislam.com - Kedutaan Besar Palestina di Jakarta menyampaikan keprihatinannya atas pengusiran warga Palestina dari lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem yang diduduki oleh pemukim Israel. Palestina meminta Pemerintah Indonesia dan masyarakat internasional untuk melakukan intervensi dan mencegah terjadinya pelanggaran hak asasi manusia oleh Israel tersebut.

“Pengusiran Sheikh Jarrah adalah salah satu contoh kolonialisme pemukim Israel, yang bertujuan menciptakan mayoritas dan supremasi Yahudi, tidak hanya di Yerusalem Timur, tetapi juga di seluruh Palestina dengan mendirikan pemukiman khusus Yahudi yang terpisah,” demikian disampaikan Kedutaan Besar Palestina dalam pernyataannya, Senin (10/5/2021).

Palestina meminta bantuan dari Indonesia dan dunia internasional, menggunakan hukum-hukum internasional yang berlaku untuk menindak Israel dan mencegah pengusiran pengungsi Palestina kembali terjadi.

“Kami memohon Pemerintah Indonesia dan semua pendukung Palestina yang merdeka untuk turut campur tangan dan mengaktifkan mekanisme hukum internasional dan hukum kemanusiaan untuk membuat Israel mempertanggung jawabkan pelanggaran yang terus menerus terhadap warga sipil Palestina dan jamaah di Masjid Al Aqsa,” lanjut pernyataan itu.

“Komunitas internasional harus mengambil langkah yang diperlukan untuk menghentikan pelanggaran hak asasi manusia dan kejahatan perang yang dilakukan Israel.

Sheikh Jarrah adalah rumah bagi 2.800 pengungsi Palestina yang dari rumah asal mereka selama peristiwa Nakba pada 1948. Pada 1956, perjanjian antara Yordania dan badan pengungsi Palestina PBB (UNRWA) menjanjikan perumahan dan tanah bagi para warga Palestina tersebut di Sheikh Jarrah.

Keluarga para pengungsi itu semestinya menerima sertifikat kepemilikan setelah tiga tahun, tetapi hal itu tidak pernah terjadi karena Israel menduduki Yerusalem Timur sebelum sertifikat kepemilikan itu terwujud.

Pengusiran di Sheikh Jarrah telah memicu bentrokan di Yerusalem, menyebabkan ratusan orang luka. Ketegangan antara Israel dan Palestina yang meningkat di Yerusalem telah menimbulkan kekhawatiran akan konflik yang lebih serius, mendorong PBB meminta semua pihak menahan diri. [yy/okezone]