pustaka.png.orig
basmalah.png.orig


12 Dzulqa'dah 1442  |  Selasa 22 Juni 2021

Bentrokan Kembali Pecah di Luar Masjid Al Aqsha, Lebih dari 200 Orang Terluka

Bentrokan Kembali Pecah di Luar Masjid Al Aqsha, Lebih dari 200 Orang Terluka

Fiqhislam.com - Bentrokan terbaru yang pecah antara warga Palestina dan polisi Israel di luar Masjid Al Aqsha di Yerusalem pada Senin (10/5/2021) melukai lebih dari 200 orang. Massa melemparkan batu ke arah petugas keamanan yang menembakkan granat kejut sebagai balasannya.

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Yerusalem, yang telah mengalami kerusuhan selama berminggu-minggu, demikian diwartakan BBC.

Sebelumnya, polisi Israel memutuskan untuk melarang orang Yahudi mengunjungi kompleks tempat masjid itu berada selama Pawai Bendera Hari Yerusalem tahunan.

Peristiwa tersebut menandai pendudukan Israel atas Yerusalem Timur, lokasi di mana Kota Tua Yerusalem terletak dan situs sucinya, pada 1967, dan biasanya menyaksikan ratusan pemuda Israel yang mengibarkan bendera berjalan melalui daerah-daerah Muslim, menyanyikan dan menyanyikan lagu-lagu patriotik.

Ini dianggap oleh banyak orang Palestina sebagai provokasi yang disengaja. Pawai tahun ini juga berlangsung di hari-hari terakhir bulan suci Ramadhan.

Masjid al-Aqsha, situs tersuci ketiga dalam Islam, terletak di kompleks puncak bukit yang dikenal oleh umat Islam sebagai Haram al-Sharif (Tempat Suci Mulia) dan oleh orang Yahudi sebagai Temple Mount. Orang Yahudi memujanya sebagai lokasi dari dua Kuil Alkitab dan itu adalah situs tersuci dalam Yudaisme.

Kekerasan terbaru menyusul bentrokan berhari-hari antara Palestina dan polisi Israel di distrik terdekat Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur, dengan kemungkinan penggusuran keluarga Palestina dari rumah mereka di sana oleh pemukim Yahudi menjadi titik fokus kemarahan Palestina.

Mahkamah Agung Israel sedianya akan mengadakan sidang dalam kasus yang sudah berlangsung lama pada hari Senin, tetapi sidang ditunda karena kerusuhan.

Dewan Keamanan PBB akan bertemu pada hari Senin untuk membahas situasi tersebut. [yy/okezone]