18 Dzulhijjah 1442  |  Rabu 28 Juli 2021

basmalah.png

Polisi Israel dan Warga Palestina Bentrok di Kompleks Masjid Al-Aqsha

Israel Serang Masjid Al Aqsha, Lebih Parah dari Kelompok Teroris


Fiqhislam.com - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nur Wahid, ikut mengecam aksi biadab tentara Israel yang menyerang Masjid Al Aqsha saat jemaah sedang menjalankan ibadah salat Tarawih. HNW, sapaan akrabnya menyerukan dunia internasional agar bisa menyoroti kebrutalan Israel

Dia mengatakan perlu sanksi kepada Israel seperti mengucilkannya secara internasional. Ia menyinggung hal ini lantaran aksi Israel di awal Ramadhan yang juga heboh karena melakukan sabotase azan di Masjid Al Aqsha.

Belum lagi, menurutnya tindakan tentara Israel yang mem-backup para radikalis Yahudi merampas tanah dan rumah warga Palestina di Sheikh Jarrah Jerussalem Timur.

"Tindakan ini sama dengan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok teroris yang menyasar rumah ibadah agama lain. Tapi, ini lebih parah karena dilakukan berulang-ulang oleh entitas negara, dan menyalahi berbagai kesepakatan internasional," kata HNW, dalam keterangan resminya, Sabtu, 8 Mei 2021.

HNW meminta agar sejumlah lembaga internasional yang memperhatikan hak asasi manusia (HAM) dan perdamaian di Timur Tengah. Ia berharap ada peran dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Liga Arab dan Komunitas HAM internasional untuk segera bersidang dan mengambil langkah konkret menyelamatkan masjid Al Aqsha. Kemudian, berani menjatuhkan sanksi atas terorisme Israel.

“Langkah konkret penting segera diambil, karena sangat disesalkan bila dunia internasional hanya diam saja dan membiarkan kejahatan melanggar konvensi PBB dan HAM internasional terus terjadi. Padahal, kejahatan Israel ini sangat serius mengancam proposal perdamaian di Timur Tengah," ujarnya.

Pun, ia menambahkan tindakan brutal tentara Israel itu menunjukan upaya normalisasi hubungan dengan sejumlah negara Arab dan Timur Tengah hanya sebuah omong kosong.

"Bagaimana perdamaian bisa terjadi sesuai janji Israel dalam setiap proyek ‘normalisasi’, sedangkan mereka menyerang Masjid Al Aqsha yang sangat dihormati oleh Umat Islam sedunia. Apalagi juga dengan menyerang umat yang beribadah di dalamnya," sebut Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.

Dia mengingatkan hubungan antar negara bisa berlaku normal bila dilakukan antar negara yang beradab. "Bukan dengan negara abnormal yang terus menerus melakukan penjajahan dan aksi terorisme,” lanjutnya.

Kemudian, ia berharap agar ada gerakan menyelamatkan masjid Al Aqsha dan menghukum, menghentikan teror Israel. Menurutnya, hal ini bisa dilakukan dengan kecaman dari sekelompok aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), seperti gerakan Boycott, Divestment and Sanctions (BDS). Kata diam, gerakan itu dapat di-upgrade ke level yang lebih tinggi dengan melibatkan aturan di setiap negara.

"Sudah selayaknya bila negara teroris semacam ini diberi sanksi dan tidak mendapat tempat di level pergaulan beradab internasional,” ujar HNW.

Sebelumnya, dikutip dari Anadolu Agency, puluhan jemaah di Masjid Al Aqsha Palestina terluka akibat serangan Israel pada Jumat 7 Mei 2021. Kebiadaban polisi Israel itu dengan menyerang jemaah saat sedang salat tarawih di Masjid Al Aqsha dengan granat kejut dan peluru karet.

Dari video yang beredar, terlihat puluhan jemaah panik di dalam masjid karena kebrutalan aparat Israel tersebut.

Namun, dari luar masjid terjadi keributan lantaran pemuda Palestina bentrok dengan aparat Israel. Imbas bentrokan itu, sebanyak 53 orang jemaah dilaporkan mengalami luka-luka. [yy/vivaNews]

 

Tags: Aqsha | Israel | Palestina