fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


4 Syawal 1442  |  Minggu 16 Mei 2021

Penari Perut Lakukan Pemotretan di Masjid Mesir Picu Kemarahan

Penari Perut Lakukan Pemotretan di Masjid Mesir Picu Kemarahan

Fiqhislam.com - Seorang penari perut Rusia yang terkenal di Mesir telah memici kemarahan publik di negara Arab tersebut setelah melakukan pemotretan di halaman masjid.

Penari bernama Ekaterina Andreeva yang dikenal sebagai Johara mem-posting foto di Instagram yang menunjukkan dia berpose di halaman Masjid Al Meena di kota resor Hurghada. Sang penari mengenakan jilbab dan pakaian Abaya putih.

“Ramadhan Karim untuk bangsa Islam. Semoga Tuhan membuatnya penuh dengan berkah untuk Anda dan keluarga Anda," tulis penari tersebut dalam posting-nya, mengacu pada bulan suci Ramadhan.

Foto-foto penari itu sopan, namun tetap saja membuat marah para warga di kota Laut Merah tersebut.

“Tidak pantas meninggalkan halaman masjid untuk seorang penari mengambil foto saat kita berada di hari-hari penuh berkah di bulan suci,” kata Tareq Rushdi, seorang warga Hurghada.

Hamed Sayed, seorang warga lainnya, berkata: “Ada banyak lokasi wisata di Hurgahda. Lantas, mengapa seorang penari harus berfoto di halaman masjid saat kita mengalami suasana spiritual Ramadhan?”

Sebagai respons, seorang pejabat awqaf setempat mengatakan foto-foto itu diambil di halaman masjid pada saat tidak ada orang yang salat.

"Halaman masjid adalah tempat wisata turis sebagai bagian dari rencana perjalanan yang diatur oleh perusahaan travel," kata pejabat tersebut.

Sumber di Kementerian Awqaf Mesir, yang bertanggung jawab atas masjid di seluruh negeri, mengatakan bahwa imam masjid tersebut tidak akan dihukum.

"Insiden itu tidak melanggar instruksi terkait," kata sumber kementerian.

“Sesi foto berlangsung di luar masjid dan di halaman masjid. Wanita itu mengenakan pakaian yang layak. Selain itu, masjid itu terbuka untuk turis dan fotografi diperbolehkan di halamannya seperti peraturan di Hurghad," paparnya, seperti dikutip Gulf News, Senin (3/5/2021).

Tarian perut selama beberapa dekade telah populer di kalangan orang Mesir. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, genre ini tidak disukai di negara itu di mana beberapa ulama menyebutnya "tidak Islami". [yy/sindonews]