fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


27 Ramadhan 1442  |  Minggu 09 Mei 2021

Coretan 'Matilah Islam' Ditemukan di Masjid Moorhead, Minnesota

Coretan 'Matilah Islam' Ditemukan di Masjid Moorhead, Minnesota

Fiqhislam.com - Sebuah tulisan bernada kebencian dan penghinaan rasial ditemukan di Masjid Moorhead, Minnesota. Tulisan ini pertama kali ditemukan oleh Imam Hammed Abolaji, yang hendak melaksanakan sholat subuh.

Ada beberapa tulisan yang ia temukan, beberapa di antaranya bertuliskan "Matilah Islam" dan "Pergilah ke neraka". Tak hanya itu, simbol swastika juga terpampang dengan cat semprot merah di Pusat Komunitas Islam Moorhead-Fargo ini.

Awalnya, ia mengira seorang anak melukis di gedung itu. Tetapi ketika semakin dekat, dia menyadari isi dari pesan-pesan itu dan ujaran kebencian melingkari seluruh Islamic Center.

Dilansir di Sahan Journal, Senin (26/4), hasil dari rekaman video pengawasan Islamic Center menangkap tersangka yang mendekati masjid, tak lama setelah anggota terakhir pergi Sabtu malam, 24 April.

"Sesegera mungkin dia mulai merusak masjid dengan cat semprot. Hanya satu orang yang muncul di kamera. Tersangka terlihat berbicara di telepon selama insiden tersebut," kata Imam Abolaji.

The Moorhead-Fargo Islamic Community Center adalah masjid dan tempat berkumpulnya komunitas Muslim. Pusat komunitas ini telah berada di 2215 12th Avenue South, Moorhead, selama sekitar tiga tahun.

Keberadaan bangunan ini sebagai rumah yang membahas dan berbagi pendidikan agama dan budaya. Selama ini, masjid kerap menerima pengunjung dari luar.

"Bangunan ini jauh lebih dari sekedar masjid. Ini adalah tempat di mana kami mencoba untuk mendidik semua orang tentang Islam,” katanya.

Komunitas Muslim tumbuh di Fargo-Moorhead, dengan perkiraan sekitar 15 ribu Muslim di daerah tersebut. Adapun jamaah di Pusat Komunitas Islam Moorhead Fargo ini berasal dari berbagai latar belakang, termasuk dari Irak, Somalia dan Afrika Barat.

Imam Abolaji lantas menyebut, serangan kebencian di daerah itu sangat jarang terjadi. Komunitas Moorhead biasanya baik, tenang dan toleran. Dia juga mengatakan tidak jelas apakah serangan itu terkait dengan Ramadhan atau tidak.

Terkait serangan ini, ia menyebut komunitas Muslim terkejut dan terbawa emosi oleh serangan itu. Banyak yang khawatir pelaku pengrusakan akan kembali atau bisa saja melakukan serangan lain.

Menurut Departemen Kepolisian Moorhead, tersangka mengenakan jaket kamuflase, topeng ski hitam, topi dan kacamata hitam saat muncul di rekaman kamera pengawas.

Gambar tersangka ini lantas dirilis polisi Moorhead, Ahad (25/4) sore. Biro Investigasi Federal juga membantu kasus tersebut, yang oleh polisi Moorhead disebut terkait kebencian.

Vandalisme itu seolah menggemakan serangan lain yang pernah dialami umat Islam Minnesota di tempat ibadah mereka. Pada 2017, tiga supremis kulit putih mengebom Pusat Islam Dar al-Farooq, di Bloomington, Minnesota. Musim panas lalu, seorang imam diserang di luar Islamic Center setelah menyelesaikan shalat.

Di sisi lain, Walikota Shelly Carlson, menyebut tindakan kebencian sejenis ini tidak akan memiliki tempat di Moorhead.

"Kata-kata dan simbol yang merusak Islamic Center mengerikan untuk dilihat, tetapi kita harus melihatnya untuk menjadi saksi dan memahami bagaimana kata-kata yang penuh kebencian ini berdampak pada orang-orang di komunitas kita," kata dia dalam pernyataannya.

Anggota masyarakat berencana membersihkan masjid setelah penegak hukum selesai mengumpulkan bukti, hari ini. Penggalangan dana melalui GoFundMe dilakukan untuk membayar biaya pembersihan dan perbaikan.

Hingga Ahad (25/4) malam, 500 donasi telah diterima, dengan bantuan dana mendekati target 20.000 dolar atau setara Rp 289 juta. [yy/republika]