10 Safar 1443  |  Sabtu 18 September 2021

basmalah.png

Rekonstruksi Masjid Al Nuri akan Jadi Landmark Mosul

Rekonstruksi Masjid Al Nuri akan Jadi Landmark Mosul

Fiqhislam.com - Delapan arsitek asal Mesir diumumkan memenangkan kompetisi internasional untuk rekonstruksi kompleks Masjid Al-Nouri yang bersejarah di Mosul, Irak. Rekonstruksi ini merupakan komponen utama proyek ambisius UNESCO merehabilitasi kota kuno, Revive the Spirit of Mosul.

Dipilih dari 123 pendaftar, desain pemenang untuk kompetisi "Courtyards Dialogue" ini dipresentasikan oleh tim yang terdiri dari empat partner, yaitu Salah El Din Samir Hareedy, Khaled Farid El-Deeb, Sherif Farag Ebrahim, dan Tarek Ali Mohamed.

Ada juga empat arsitek perancang yang terlibat, yakni, Noha Mansour Ryan, Hager Abdel Ghani Gad, Mahmoud Saad Gamal dan Yousra Muhamed El-Baha.

Direktur Jenderal UNESCO, Audrey Azoulay, mengatakan rekonstruksi kompleks Masjid Al-Nouri akan menjadi tengara (landmark) dalam proses memajukan rekonsiliasi kota yang dilanda perang dan kohesi sosial. Masjid ini merupakan situs bersejarah yang menjadi bagian dari jalinan dan sejarah Mosul.

"Situs warisan dan monumen bersejarah adalah katalisator kuat dari rasa memiliki, komunitas dan identitas orang. Mereka adalah kunci untuk menghidupkan kembali semangat Mosul dan Irak secara keseluruhan," kata dia dikutip di Iraq Business News, Senin (19/4).

Di sisi lain, Menteri Kebudayaan dan Pemuda Uni Emirat Arab, Noura binti Mohammed Al Kaabi, mengatakan pemilihan desain pemenang melalui kompetisi internasional ini adalah tonggak penting di bawah inisiatif 'Membangkitkan Semangat Mosul'.

Pada tahun 2018, UEA memimpin dan bergabung dengan UNESCO dalam upaya bersejarah ini. Inisiasi ini terinspirasi oleh sejarah dan warisan Mosul, serta ketahanan dan kekuatan rakyatnya.

"Untuk mencapai tonggak penting ini telah membawa kami lebih dekat pada realisasi komitmen bersama, untuk memulihkan kohesi sosial dan semangat persaudaraan dan toleransi di Mosul sekali lagi," katanya.

Para pemenang ini merupakan arsitek berpengalaman dengan rekam jejak penting dalam rehabilitasi peninggalan sejarah dan budaya, perencanaan kota, serta arsitektur berbasis iklim.

Mereka akan menghasilkan desain yang lebih detail untuk rekonstruksi kompleks Al-Nouri. Rencananya, proses pembangunan akan mulai dilakukan pada akhir musim gugur 2021.

Proyek tersebut akan merekonstruksi ruang sholat bersejarah Al-Nouri dan integrasi organik dari kompleks tersebut, sebagai ruang publik terbesar di Kota Tua Mosul. Nantinya akan tersedia lima titik masuk dari jalan-jalan sekitarnya. [yy/ihram]