pustaka.png
basmalah.png


12 Dzulqa'dah 1442  |  Selasa 22 Juni 2021

Sekolah di Inggris Diprotes Keras karena Tampilkan Kartun Nabi Muhammad

Sekolah di Inggris Diprotes Keras karena Tampilkan Kartun Nabi Muhammad

Fiqhislam.com - Sebuah sekolah menengah negeri di Inggris utara meminta maaf pada hari Kamis (25/03/2021) dan menskors seorang guru. Hal itu setelah protes keras merebak atas penggunaan kartun Nabi Muhammad ofensif di kelas, The New Arab melaporkan.

Insiden terjadi di sekolah Batley Grammar di West Yorkshire di mana seorang guru menunjukkan kartun Nabi Muhammad ofensif yang pertama kali diterbitkan di majalah satir Charlie Hebdo. Kantor outlet Paris yang diserang pada tahun 2015, menyebabkan 12 orang tewas.

“Sekolah dengan tegas meminta maaf karena menggunakan gambar yang sama sekali tidak pantas dalam pelajaran studi agama baru-baru ini,” ungkap kepala sekolah Gary Kibble dalam pernyataan yang disiarkan televisi.

“Anggota staf juga menyampaikan permintaan maaf mereka yang paling tulus,” katanya.

“Penting bagi anak-anak untuk belajar tentang keyakinan dan kepercayaan. Ini harus dilakukan dengan cara yang penuh hormat dan sensitif.”

Sekitar dua lusin pengunjuk rasa berkumpul di luar gerbang sekolah untuk menuntut pengunduran diri guru setelah kelas tersebut, yang dilaporkan berlangsung pada hari Senin (22/03/2021).

Pendiri sebuah badan amal lokal bernama Purpose Of Life, Mohammad Sajad Hussain, mengatakan dia “sangat terluka” oleh “karikatur yang menghina Nabi Muhammad yang kita cintai”.

Dia mengatakan bahwa badan amal tersebut tidak mau melanjutkan pekerjaannya dengan sekolah sampai guru “dipecat secara permanen”.

Namun, Masyarakat Sekuler Nasional menyebut protes itu sebagai “upaya untuk memaksakan tabu penistaan Islam di sekolah”.

Belum ada komentar langsung dari pemerintah Inggris.

Insiden itu terjadi beberapa bulan setelah seorang guru di Prancis dibunuh oleh seorang remaja Chechnya karena menunjukkan kartun ofensif kepada siswa selama pelajaran tentang kebebasan berbicara.

Pada saat itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron membela kartun tersebut dan menyebut Islam sebagai “agama dalam krisis di seluruh dunia”, yang menyebabkan protes global dan seruan untuk memboikot barang-barang Prancis. [yy/hidayatullah]