16 Rabiul-Awal 1443  |  Sabtu 23 Oktober 2021

basmalah.png

Liga Muslim Dunia Prihatin Lonjakan Rasisme Asia-Amerika

Liga Muslim Dunia Prihatin Lonjakan Rasisme Asia-Amerika

Fiqhislam.com - Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia (MWL), Syekh Muhammad Al-Issa menyesalkan lonjakan kasus kejahatan rasial terhadap orang Asia-Amerika di Amerika Serikat baru-baru ini. Ia menyebut rasisme merupakan tindakan yang harus segera ditangani agar tidak mengarah kepada kejahatan yang lebih buruk.

“Saya sedih dengan meningkatnya serangan yang menyedihkan terhadap orang Asia-Amerika dalam beberapa pekan terakhir. Retorika kebencian pasti mengarah pada kekerasan, dan kita tidak boleh membiarkan rasisme mencapai tujuan jahat mereka, ” kata Syekh Al-Issa diTwitter dilansir dari Saudi Gazzette, Selasa (23/3).

“Saya selalu sangat mengagumi Amerika Serikat karena pelukan hangatnya terhadap keberagaman dan membuat meningkatnya kasus kebencian semakin memilukan. Kita harus bersatu tanpa kebencian atau kefanatikan. Kita semua harus hidup dengan nilai-nilai toleransi, kasih sayang dan rasa hormat, ”tambahnya.

Pernyataan Syekh Al-Issa muncul di tengah meningkatnya jumlah kejahatan rasial terhadap orang Asia di AS. Adanya kasus penembakan yang menewaskan enam wanita Asia di Atlanta Selasa malam lalu telah memicu ketakutan di komunitas Asia-Amerika. Sementara Presiden AS Joe Biden juga telah menyatakan keprihatinan yang kuat tentang kejahatan rasial kepada orang Asia.

Menurut Stop AAPI Hate, sebuah organisasi swasta yang terdiri dari orang Asia-Amerika dan Kepulauan Pasifik, terdapat 3.795 kejahatan rasial terhadap orang Asia dari 19 Maret 2020 hingga 1 Februari, dengan 503 di antaranya terjadi pada Januari dan Februari.

Sebuah survei yang dilakukan oleh Center for the Study of Hate and Extremism di California State University, San Bernardino menemukan bahwa meskipun jumlah kejahatan rasial di 16 kota, termasuk New York dan Los Angeles turun sebanyak tujuh persen pada tahun tersebut menjadi 1.717 pada tahun 2020, kejahatan terhadap orang Asia melonjak hingga 150 persen. [yy/ihram]