fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


30 Sya'ban 1442  |  Senin 12 April 2021

Jepang dan UNHCR Teken Kesepakatan Bantu Rohingya

Jepang dan UNHCR Teken Kesepakatan Bantu Rohingya

Fiqhislam.com - Jepang dan Badan Pengungsi PBB pada Ahad (28/2) menandatangani perjanjian untuk menyediakan sekitar 10 juta dolar AS untuk meningkatkan akses ke air bersih di kamp-kamp di distrik Cox's Bazar Bangladesh, tempat lebih dari 1,2 juta pengungsi Rohingya berlindung setelah tindakan keras militer di Myanmar pada 2017.

Kedutaan Jepang di Dhaka dan UNHCR mengatakan dalam sebuah pernyataan bersama bahwa dana tersebut akan digunakan untuk mendukung peningkatan pasokan air dan sistem distribusi untuk masyarakat tuan rumah Bangladesh dan pengungsi Rohingya di Teknaf, atau wilayah administratif Cox's Bazar.

“Area Teknaf di Cox's Bazar telah menghadapi tantangan dalam memastikan akses yang aman ke air bagi penduduk lokal selama bertahun-tahun. Situasi menjadi lebih menantang setelah masuknya Rohingya yang terpaksa melarikan diri dari Myanmar dalam beberapa tahun terakhir," ungkap pernyataan itu.

Kontribusi tersebut akan membantu menstabilkan pasokan air dan meningkatkan kondisi kehidupan kedua komunitas. Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Duta Besar Jepang untuk Bangladesh Ito Naoki dan Asisten Perwakilan UNHCR Bangladesh Kashiwa Fumiko di kantor UNHCR di Dhaka.

Proyek itu akan dilaksanakan selama tiga tahun dan dilaksanakan dalam kerja sama erat dengan dan di bawah bimbingan dan kepemimpinan pemerintah Bangladesh.

“Ketika masuknya pengungsi dimulai pada Agustus 2017, komunitas lokal Bangladesh di wilayah Teknaf dan Ukhiya adalah yang pertama merespons, menyediakan tempat berlindung, makanan dan air bagi mereka yang terpaksa mengungsi,” kata Fumiko.

Kashiwa mengatakan UNHCR, dengan dukungan pemerintah Jepang, berkomitmen untuk mendukung komunitas tuan rumah serta populasi Rohingya, yang membutuhkan bantuan kemanusiaan lanjutan.

“Baik komunitas tuan rumah maupun pengungsi akan mendapatkan keuntungan dari proyek ini. Bantuan kemanusiaan Jepang untuk penerima bantuan ini telah mencapai USD140 juta, dan Jepang akan melanjutkan dukungannya ke Bangladesh dalam mencapai Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka,” ujar Naoki.

Menurut Amnesty International, lebih dari 750.000 pengungsi Rohingya, kebanyakan wanita dan anak-anak, melarikan diri dari Myanmar dan menyeberang ke Bangladesh setelah pasukan Myanmar melancarkan tindakan keras terhadap komunitas minoritas pada Agustus 2017. Badan Pembangunan Internasional Ontario (OIDA) mengatakan sejak 25 Agustus 2017, hampir 24.000 Muslim Rohingya telah dibunuh oleh pasukan negara Myanmar. [yy/republika]