21 Dzulhijjah 1442  |  Sabtu 31 Juli 2021

basmalah.png

Sri Lanka Akhirnya Cabut Aturan Kremasi Jasad Muslim Korban Corona

Sri Lanka Akhirnya Cabut Aturan Kremasi Jasad Muslim Korban Corona

Fiqhislam.com - Pemerintah Sri Lanka akhirnya mengakhiri aturan kremasi paksa terhadap warga Muslim yang meninggal akibat virus Corona (COVID-19) di negara itu. Keputusan itu disampaikan setelah Perdana Menteri (PM) Pakistan, Imran Khan mengunjungi Sri Lanka dan mendesak pemerintah untuk menghormati cara pemakaman warga minoritas Muslim.

Seperti dilansir AFP, Jumat (26/2/2021), diketahui bahwa larangan penguburan korban Corona pertama kali diumumkan pemerintah Sri Lanka pada April 2020 lalu di tengah kekhawatiran - yang menurut para ahli tidak berdasar - oleh para biksu Buddha bahwa jasad penderita Corona yang dikuburkan dapat mencemari air tanah dan menyebarkan virus.

Kebijakan tersebut dikecam oleh anggota komunitas Muslim Sri Lanka, yang berjumlah sekitar 10 persen dari total 21 juta populasi penduduk. Warga Muslim telah beberapa kali melancarkan aksi-aksi demo untuk memprotes kebijakan tersebut.

Menteri Kesehatan Sri Lanka Pavithra Wanniarachchi tidak memberikan alasan membatalkan larangan penguburan tersebut. Menurut sumber resmi pemerintahan, PM Khan mengangkat permasalahan itu bersama Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa dan Perdana Menteri-nya Mahinda Rajapaksa pada awal pekan ini.

Puluhan warga Muslim Sri Lanka memanfaatkan kunjungan PM Khan sebagai kesempatan untuk menarik perhatian pemerintah Sri Lanka yang mengabaikan aturan pemakaman dalam agama Islam.

Menanggapi perubahan kebijakan tersebut, Khan berterima kasih kepada pemerintah dan mitranya di Sri Lanka.

"Saya ... menyambut pemberitahuan resmi pemerintah Sri Lanka yang mengizinkan opsi penguburan bagi mereka yang meninggal karena COVID-19," demikian disampaikan Khan melalui Twitter.

Sebelumnya, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang beranggotakan 57 negara anggota juga telah mengangkat kebijakan kremasi paksa di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dalam aturan Islam, umatnya diperintahkan untuk menguburkan jenazah menghadap Mekah. Berbeda dengan mayoritas umat Buddha dan Hindu di Sri Lanka, yang merupakan pendukung kuat pemerintah saat ini, biasanya dikremasi.

Pada bulan Desember tahun 2020 lalu, pihak berwenang Sri Lanka memerintahkan kremasi paksa terhadap 19 korban COVID-19 dari minoritas Muslim, termasuk seorang bayi, setelah keluarga mereka menolak untuk membawa jasad mereka dari kamar mayat rumah sakit.

Para pemimpin komunitas Muslim di Sri Lanka mengatakan bahwa setengah dari 459 korban meninggal karena COVID-19 adalah Muslim.

Jumlah kematian akibat COVID-19 dari minoritas Muslim cukup tinggi lantaran mereka tidak melakukan pengobatan dan takut akan dikremasi jika terinfeksi Corona. [yy/news.detik]

 

Tags: Sri Lanka | Kremasi