fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


6 Ramadhan 1442  |  Minggu 18 April 2021

China Murka, Kanada Sebut Genosida Terhadap Muslim Uighur

China Murka, Kanada Sebut Genosida Terhadap Muslim Uighur

Fiqhislam.com - China mengecam keras dan dengan tegas menentang mosi terkait Xinjiang dari Parlemen Kanada. Beijing mengatakan telah menyampaikan protes mengenai hal ini.

ParlemenKanadamengeluarkan mosi tidak mengikat yang mengatakan perlakuanChinaterhadap minoritasMuslim Uighurdi wilayah Xinjiang merupakan genosida. Parlemen menekan pemerintah Perdana Menteri Justin Trudeau untuk mengikutinya.

"Mosi yang relevan mengabaikan fakta dan akal sehat dan dengan sengaja merendahkan dan mencoreng China," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Wang Wenbin.

"Itu secara serius melanggar hukum internasional dan norma dasar hubungan internasional dan sangat mencampuri urusan dalam negeri China," sambungnya, seperti dilansir Xinhua pada Rabu (24/2/2021).

Menunjukkan bahwa inti dari masalah terkait Xinjiang adalah kontra-terorisme dan deradikalisasi, Wang mengatakan Xinjiang China dengan setia melaksanakan Rencana Aksi PBB untuk Mencegah Ekstremisme Kekerasan.

Dia menyebut, hal ini juga menarik pelajaran dari praktik serupa di negara lain untuk melakukan deradikalisasi sesuai dengan hukum dan ini sepenuhnya sesuai dengan prinsip dan semangat Strategi Kontra-Terorisme Global PBB.

"Berkat upaya orang-orang dari semua kelompok etnis, Xinjiang telah melaporkan tidak ada kasus teroris kekerasan selama lebih dari empat tahun berturut-turut. Wilayah tersebut menikmati stabilitas sosial dan kemajuan yang stabil, dan orang-orang menikmati hidup dan pekerjaan mereka," ujarnya.

Menurut Wang, populasi Uygur di Xinjiang tumbuh dari 10,17 juta pada 2010 menjadi 12,72 juta pada 2018, meningkat 25,04 persen. Menurutnya,ini membuktikan bahwa tidak pernah ada genosida di Xinjiang.

Wang mengatakan beberapa orang di Kanada harus meninggalkan paranoia anti-China dan memperlakukan China secara objektif alih-alih menuruti pemikiran kuno tentang konfrontasi ideologis. Mereka, jelasnya, seharusnya tidak menempatkan pertempuran politik dalam negeri atau kepentingan partai mereka di atas hubungan China-Kanada secara keseluruhan.

"Kanada selalu mengklaim mempertahankan nilai-nilai, tapi salah satu nilai terpenting adalah menghormati fakta," kata Wang.

"Politisi terkait Kanada yang terlibat dalam manipulasi politik pada masalah terkait Xinjiang dengan kedok HAM dan secara terbuka menyebarkan informasi palsu dan kebohongan tidak pernah ke Xinjiang atau bahkan China, ini justru menginjak-injak nilai-nilai yang selalu dipuji-puji Kanada," jelasnya.

Wang menekankan bahwa masalah terkait Xinjiang adalah murni urusan dalam negeri China, dan Kanada tidak memiliki hak untuk ikut campur.

"Tekad China untuk mempertahankan kedaulatan nasional, keamanan, dan kepentingan pembangunan tidak tergoyahkan. China akan dengan tegas menanggapi setiap tindakan yang merugikan kepentingan China," tukasnya. [yy/sindonews]