fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


25 Ramadhan 1442  |  Jumat 07 Mei 2021

Ulama Dunia Kecam Fatwa Saudi Soal Ikhwanul Muslimin

Ulama Dunia Kecam Fatwa Saudi Soal Ikhwanul Muslimin

Fiqhislam.com - Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional (IUMS) mengecam fatwa Arab Saudi yang menyebut dan menggambarkan Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris dan tersesat, Sabtu (28/11). Quds Oress melaporkan, dalam sebuah pernyataan yang ditandatangani oleh Presiden IUMS Ahmad Al-Raysuni dan Sekretaris Jenderal Ali Al-Qaradaghi, persatuan ulama internasional ini mengatakan Ikhwanul Muslimin adalah kelompok Islam dengan sejarah mengabdi pada Islam.

Selain itu, Ikhwanul Muslimin ada dan dikenal di seluruh dunia dan memiliki puluhan ribu anggota serta pendukung di setiap negara, termasuk Arab Saudi. IUMS juga menekankan kelompok tersebut memiliki kehadiran politik dan advokasi di sebagian besar negara di dunia.

"Menuduhnya tersesat, teroris dan kriminal tanpa bukti adalah kesaksian palsu," kata IUMS, dilansir di Middle East Monitor, Selasa (1/12).

Selain itu, IUMS mengatakan memfitnah Ikhwanul Muslimin melalui pernyataan Komisi Fatwa Saudi membuat marah umat Islam di kerajaan dan di seluruh dunia. Namun pada saat yang sama, kata IUMS, hal itu menenangkan semua musuh Islam, terutama negara yang diduduki oleh Zionis.

Mereka mengatakan, memfitnah Ikhwanul Muslimin datang sebagai hasil dari "kepatuhan mutlak" dari Dewan Ulama Senior dan Presidensi Umum Riset Ilmiah dan Ifta di Arab Saudi kepada pejabat politik, meskipun itu penindasan dan absurditas. IUMS sendiri adalah badan Muslim independen yang berbasis di Doha, Qatar.

Awal bulan ini, Dewan Ulama/Cendekiawan Senior dan Presidensi Umum Riset Ilmiah dan Ifta di Arab Saudi mengklaim bahwa Ikhwanul Muslimin tidak memiliki hubungan apa pun dengan Islam dan itu adalah kelompok yang tersesat. Selanjutnya, Badan fatwa UEA menegaskan kembali fatwa Saudi tersebut.

Menanggapi fatwa Saudi, Ikhwanul Muslimin mengatakan mereka adalah kelompok advokasi dan reformatoris, dan bukan kelompok teroris. [yy/republika]