fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


27 Ramadhan 1442  |  Minggu 09 Mei 2021

Menlu Pakistan Tanggapi Ancaman Genosida di India

Menlu Pakistan Tanggapi Ancaman Genosida di India

Fiqhislam.com - Pernyataan yang dikeluarkan lembaga internasional yang bergerak mencegah dan menghentikan genosida, Genocide Watch tentang terjadinya genosida Muslim di India dinilai sebagai dukungan atas pendirian dan sudut pandang Pakistan terhadap apa yang terjadi di India. Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri Pakistan, Shah Mahmood Qureshi pada Jumat (20/11).

Ia mengatakan bahwa Pakistan telah menyatakan keprihatinan terkait genosida Muslim di India di forum internasional. Bahkan menurut Qureshi saat ini situasi di Khasmir yang diduduki India semakin memburuk.

"Umat Islam tidak hanya dianiaya di wilayah-wilayah yang diduduki tetapi juga di seluruh sudut India. Apa yang terjadi seperti di Delhi dan Gujarat ada di depan semua orang," kata Qureshi seperti dilansir Pakistan Today pada Sabtu (21/11).

Lebih lanjut Qureshi mengatakan bahwa Pakistan juga telah menghadirkan bukti-bukti yang tak terbantahkan tentang keterlibatan India dalam aksi terorisme di Pakistan.

Sementara itu terkait situasi terkini di Afghanistan, Qureshi menjelaskan bahwa proses perdamaian di Afghanistan sedang memasuki tahap akhir, bahkan negosiasi juga dilakukan di Doha, Qatar. Kunjungan Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan ke Afghanistan baru-baru ini menurut Qureshi adalah bertujuan untuk memperkuat hubungan bilateral antara Paksitan dan Afghanistan. "Karena Islamabad akan terus membantu Kabul untuk pembentukan perdamaian," kata Qureshi.

Qureshi mengatakan dalam kunjungan itu, Pakistan dan Afghanistan membahas peningkatan kerja sama ekonomi multilateral antar kedua negara. Delegasi kedua negara pun banyak melakukan dialog dalam kesempatan itu. Qureshi mengatakan bahwa Pakistan telah memberi tahu Afghanistan tentang keberatannya terkait terorisme yang didukung India di wilayah itu. Qureshi mengatakan bahwa India telah mencoba mengguncang Pakistan melalui kegiatan subversif dan teroris yang dioperasikan di wilayah yang berdekatan.

Qureshi mengatakan bahwa kedua negara juga telah sepakat dan berjanji untuk tidak pernah mengizinkan wilayahnya digunakan untuk kegiatan terorisme. "Kita sudah sepakat tentang visi bersama. Segera kami akan memberitahukannya kepada media," kata Qureshi. [yy/republika]