fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


2 Ramadhan 1442  |  Rabu 14 April 2021

Madrasah Khusus Transgender Diresmikan di Bangladesh

Madrasah Khusus Transgender Diresmikan di Bangladesh

Fiqhislam.com - Sebuah badan amal di Bangladesh meresmikan sekolah agama untuk Muslim transgender yang memperoleh diskriminasi di negaranya. Itu bertujuan untuk mengintegrasikan mereka ke dalam masyarakat arus utama di Bangladesh.

Seperti dilansir Foreigner.ir pada Sabtu (7/11), sekolah agama itu bernama Madrasah Dawatul Koran Tritioy Lingo atau juga sekolah agama untuk jenis kelamin ketiga. Usai pembukaan sekolah pada Jumat (6/11), pendiri sekolah yakni Abdur Rahman Azad mengatakan pendaftaran siswa di sekolah itu akan dimulai pada Sabtu (7/11).

Azad mengatakan para siswa akan menerima berbagai pelajaran terutama belajar Al Quran dan Hadits serta bahasa Bangla dan bahasa Inggris. Azad mengatakan bahwa dirinya telah mengajar sekitar 150 orang transgender selama enam bulan terakhir.

Transgender atau dikenal sebagai Hijra di kawasan India seringkali terpinggirkan. Sedang Bangladesh sendiri telah mengakui kelompok itu sebagai jenis kelamin ketiga di negara itu pada 2013.

"Keluarga Hijra hampir tidak bisa mengakses pendidikan. Mereka juga ciptaan Allah, dan kami punya kewajiban moral untuk mendidik mereka," kata salah satu guru, Abdul Aziz Hossaini.

Ia menambahkan kursus yang ditawarkan sesuai silabus yang disetujui pemerintah tidak dipungut biaya atau gratis. "Kami akan berusaha menjadikan mereka sumber daya manusia yang baik, juga melalui pendidikan vokasi," katanya.

Di Bangladesh kebanyakan hijra atau orang-orang transgender kerap berusaha menghidupi kebutuhan sehari-hari dengan menari dan mengemis yang dianggap banyak orang sebagai pengganggu. Banyak pula dari mereka merupakan pekerja seks.

Karena itu menurut Kepala Yayasan Kesejahteraan Hijra Bangladesh, Abida Sultana Mitu mengatakan dengan dibukanya sekolah untuk kaum transgender akan membantu meningkatkan kondisi sosial mereka. "Mereka tidak akan mengganggu orang-orang di jalanan lagi," katanya. [yy/republika]